Juara US Open 2021, Emma Raducanu Dapat Ucapan Selamat dari Jurgen Klopp

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Petenis berusia 18 tahun, Emma Raducanu, sukses mengguncang dunia usai menjadi juara US Open 2021. Raducanu berhasil meraih kemenangan usai mengalahkan petenis Kanada Leylah Fernandez di babak final yang berlangsung pada Minggu (12/9/2021) dini hari WIB.

Di sisi lain, meski Liverpool tengah mempersiapkan pertandingan Liga Champions mereka minggu ini, pelatih Jurgen Klopp justru menyempatkan diri untuk menyaksikan dan mengapresiasi pencapaian Emma Raducanu.

Melansir Goal.com, manajer The Reds ini menyebut pertandingan final antara Raducanu dan Fernandez sangat mengesankan. Klopp bahkan mengucapkan selamat kepada Raducanu yang berhasil menyabet gelar juara US Open dan menyebutnya sebagai remaja berbakat abad ini.

“Saya menonton final (US Open 2021) dan itu benar-benar mengesankan. Sudah lama sejak saya (terakhir) menonton pertandingan tenis wanita secara penuh, dan saya sangat terkesan dengan kekuaran, kecepatan, serta keseluruhan permainan,” ujar Klopp kepada wartawan soal laga final Raducanu, seperti dilansir dari Goal.com.

Lebih lanjut, Klopp juga mengaku dirinya mengagumi cara kedua pemain tersebut menampilkan diri, meski mereka baru berusia 18 dan 19 tahun.

Klopp: Sangat Mengesankan

Petenis Inggris, Emma Raducanu (kanan) dan Leylah Fernandez dari Kanada berfoto dengan trofi usai pertandingan final tunggal putri US Open 2021 di Arthur Ashe Stadium, New York, Minggu (12/9/2021). Raducanu juara di usia yang masih muda, 18 tahun. (AP Photo/Seth Wenig)
Petenis Inggris, Emma Raducanu (kanan) dan Leylah Fernandez dari Kanada berfoto dengan trofi usai pertandingan final tunggal putri US Open 2021 di Arthur Ashe Stadium, New York, Minggu (12/9/2021). Raducanu juara di usia yang masih muda, 18 tahun. (AP Photo/Seth Wenig)

Kedua gadis ini (baru) berusia 18 dan 19 tahun, dan apa yang mereka tunjukkan sangat mengesankan, baik selama pertandingan, maupun dalam upacara pemberian trofi,” ujar Jurgen Klopp seperti dilansir dari Goal.com.

“Kedua gadis ini, cara mereka berbicara di usia 18 atau 19 (tahun), sangat menginspirasi, bahkan lebih dari tenis! Saya benar-benar terkesan dengan cara kedua gadis ini menampilkan diri,” sambung pelatih berusia 54 tahun tersebut.

Nampak Kecewa

Petenis Inggris, Emma Raducanu berusaha mengembalikan bola pukulan Leylah Fernandez dari Kanada pada final tunggal putri US Open 2021 di Arthur Ashe Stadium, New York, Minggu (12/9/2021). Raducanu menang dua set langsung atas Leylah dengan 6-4 dan 6-3. (AP Photo/Seth Wenig)
Petenis Inggris, Emma Raducanu berusaha mengembalikan bola pukulan Leylah Fernandez dari Kanada pada final tunggal putri US Open 2021 di Arthur Ashe Stadium, New York, Minggu (12/9/2021). Raducanu menang dua set langsung atas Leylah dengan 6-4 dan 6-3. (AP Photo/Seth Wenig)

Klopp mengungkapkan bahwa Leylah Fernandez kala itu nampak kecewa usai kalah dari Emma Raducanu. Meski demikian, Raducanu menunjukkan sikap yang amat menghormati lawannya. Mereka pun berharap dapat bertemu lebih sering di masa depan.

“Mereka tahu dan berharap dapat lebih sering bertemu di masa depan, lebih banyak (pertandingan) final juga yang saya harapkan untuk mereka. Ini adalah pertunjukan luar biasa (yang menampilkan) sportivitas, olahraga elit, dan betapa seseorang dapat menjadi rendah hati ketika berada di posisi puncak pada usia muda,” tutur Klopp.

“Dia (Raducanu) benar-benar talenta abad ini. Akan tetapi, tanpa kerja keras, akan mustahul (baginya) untuk sampai di posisi tersebut,” ungkapnya memuji sang pemain muda.

Prestasi Raducanu

Raducanu menjadi qualifier pertama yang memenangkan turnamen Grand Salm setelah mengalahkan sesama petenis muda Fernandez dengan 6–4, 6–3 di laga final yang berlangsung Minggu lalu.

Ia juga sukses menjadi petenis wanita Inggris pertama yang menang di final Grand Slam setelah Virginia Wade menyabet gelar Wimbledon pada 1977 dan US Open pada 1968. Raducanu tercatat melewati kualifikasi dan turnamen tanpa kehilangan satu set pun di penampilan Grand Slam keduanya.

Penulis: Melinda Indrasari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel