Jubir Bio Farma Jelaskan Tahapan Vaksin COVID-19 dapat Didistribusikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung Juru Bicara PT Bio Farma Bambang Heriyanto menjelskan singkat, tahapan suatu vaksin COVID-19 dapat didistribusikan. Vaksin baru akan bisa didistribusikan bila sudah melalui tahap-tahap tertentu.

"Seperti proses fill and finish, packaging, dan juga karantina uji untuk vaksin COVID-19 yang diterima dalam bentuk bahan baku (bulk)," jelas Bambang melalui pernyataan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Sabtu, 31 Juli 2021.

"Sedangkan, untuk vaksin yang diterima dalam bentuk jadi (finish product), hanya akan melewati proses karantina saja.“

Dalam proses pendistribusian, Bio Farma memiliki tanggung jawab untuk pelaksanaan distribusi vaksin COVID-19, dari Bio Farma hingga kabupaten/kota. Pendistribusian tetap harus memerhatikan ketersediaan atau stok vaksin COVID-19 yang siap didistribusikan atau sudah mendapatkan lot rilis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Pelaksanaan distribusi ditentukan berdasarkan alokasi dan permintaan dari Kementerian Kesehatan”, ungkap Bambang.

Selain itu, Bio Farma juga akan mempertimbangkan kapasitas penyimpanan di dinas kesehatan tempat tujuan vaksin COVID-19 yang didistribusikan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

117,1 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac sudah Diproses

Indonesia kedatangan 1.500.100 dosis vaksin Moderna tahap kedua dari Amerika Serikat pada Kamis, 15 Juli 2021. (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika RI)
Indonesia kedatangan 1.500.100 dosis vaksin Moderna tahap kedua dari Amerika Serikat pada Kamis, 15 Juli 2021. (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika RI)

Bambang Heriyanto melanjutkan, sampai tanggal 29 Juli 2021, sebanyak 117,1 juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac telah diproses di Bio Farma. Dari jumlah tersebut, menghasilkan 92,1 juta dosis vaksin produk jadi.

"Kemudian 74 juta dosis di antaranya, sudah mendapatkan lot release dari BPOM dan 18,1 juta dosis dalam proses karantina," lanjutnya.

Hingga 30 Juli 2021, Indonesia sudah mengamankan 174,6 juta vaksin COVID-19, yang terdiri dari 144,7 juta dosis dalam bentuk baku yang didatangkan dari Sinovac. Lalu 29,9 juta dosis dalam bentuk finish product, yang berasal dari AstraZeneca kerja sama COVAX dan bilateral, Sinopharm, dan Moderna.

"Untuk kemasan bulk sebanyak 144,7 dosis tersebut, diperkirakan akan menjadi 117,3 juta dosis vaksin bentuk jadi," pungkas Bambang.

Infografis Tahapan Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Infografis Tahapan Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tahapan Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel