Jubir COVID-19: Hasil Negatif Bukan Jaminan yang Bersangkutan Tidak Terinfeksi

Liputan6.com, Jakarta Juru bicara penanganan Corona COVID-19 Achmad Yuriato mengatakan, saat ini Pemerintah telah melakukan skrining terhadap kelompok orang yang berisiko terinfeksi COVID-19.

"Yang sekarang sedang dilakukan Pemerintah sejak Jumat (20/3) sore adalah melakukan screening test, kita akan melakukan pemeriksaan secara massal pada kelompok-kelompok yang berisiko," ujar Yuri dalam konferensi pers Live dari Kantor BNPB di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Ia mencontohkan, jika ada kasus positif yang dirawat di rumah sakit maka akan dilakukan penelusuran dengan melakukan tes terhadap orang-orang kontak dekat yang berpeluang tertular.

Lebih lanjut Yuri mengatakan, tes yang lebih masif akan segera dilakukan karena 10 ribu kit telah berada di Tanah Air hari ini. Alat tes cepat tersebut telah dijemput menggunakan pesawat Hercules dan kini berada di Natuna untuk transit. 

Dalam kesempatan yang sama Yuri juga kembali menekankan bahwa individu yang telah menjalani rapid test dan hasilnya negatif bukan berarti orang tersebut tidak terinfeksi novel coronavirus

 

Hasil Negatif, Tetap Harus Jalani Social Distancing

Ada tindakan lanjutan dari proses skrining menggunakan tes cepat. Yuri mengatakan, apabila ditemukan kasus negatif, individu tersebut akan tetap diminta untuk melakukan social distancing.

"Apabila ditemukan kasus negatif, kita akan minta pada siapapun untuk tetap melakukan social distancing, untuk menjaga jarak dengan siapa pun. Karena hasil negatif tidak memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak terinfeksi," kata Yuri.

Yuri menjelaskan, rapid test basisnya adalah melihat respons darah dari infeksi COVID-19. Sehingga pada infeksi yang masih berada di kisaran 6-7 hari belum muncul respons imunologi.

"Hasilnya pasti negatif, meskipun di tubuhnya sudah ada infeksi. Oleh karena itu ini harus diulang lagi untuk memastikan apakah memang betul negatif atau masih pada masa respons serologinya belum terbentuk," jelasnya.

"Inilah yang menjadi dasar bagi kita bahwa tidak ada satu pun yang meberikan garansi bahwa kalau pemeriksaannya negatif itu dimaknai tidak terinfeksi," lanjut Yuri.

Pemerintah menargetkan tes yang lebih besar akan dilakukan dengan menghadirkan 1 juta kit di waktu yang akan datang.