Jubir Kemenhub Tegaskan Bandara Halim Perdanakusuma Masih Beroperasi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melakukan revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta. Tujuannya, guna meningkatkan faktor keselamatan penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, menegaskan, hingga saat ini Bandara Halim Perdanakusuma masih beroperasi seperti biasa, baik untuk penerbangan komersil maupun aktivitas kemiliteran.

“Sampai dengan saat ini Bandara Halim Perdanakusuma masih beroperasi seperti biasa jadi penerbangan komersial aktivitas kemiliteran itu masih berjalan seperti biasa. Jadi sekali lagi kepada anggota masyarakat penerbangan komersial berjadwal maupun tidak berjadwal saat ini masih berlangsung seperti biasa,” kata Adita kepada Liputan6.com, Selasa (9/11/2021).

Namun, untuk informasi lebih lanjut, Kemenhub akan menyampaikan jika ada perubahan jadwal penutupan Bandara Halim Perdanakusuma, baik kepada maskapai, operator, dan stakeholder hingga masyarakat jika nanti akan dilakukan revitalisasi.

“Tentu kami akan menyampaikan jika nantinya akan ada perubahan dan pasti memberikan waktu bagi maskapai bagi para operator juga bagi stakeholders yang terkait untuk mempersiapkan diri jika kemudian nanti memang akan dilakukan revitalisasi sudah akan ditegaskan kapan akan dimulai,” jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Butuh 1 Tahun

Calon penumpang saat melakukan validasi hasil rapid test sebelum chek in di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (17/12/2020). Penumpang yang ingin keluar masuk Jakarta wajib untuk melakukan rapid test antigen mulai 18 Desember 2020 - 8 Januari 2021. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Calon penumpang saat melakukan validasi hasil rapid test sebelum chek in di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (17/12/2020). Penumpang yang ingin keluar masuk Jakarta wajib untuk melakukan rapid test antigen mulai 18 Desember 2020 - 8 Januari 2021. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Adapun, sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menjelaskan, revitalisasi yang direncanakan tersebut mengingat bandara Halim punya fungsi vital, namun dinilai terjadi penurunan kualitas elemen bandara terutama runway.

Menurut Dirjen Novie, saat ini pembahasan intensif tengah dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, Kementerian Keuangan, Angkasa Pura II, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Diketahui, revitalisasi ini memerlukan waktu kurang lebih satu tahun. Hal ini untuk memastikan keselamatan, dan pelayanan terbaik dapat dipenuhi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel