Jubir soal Mobil Wapres Diadang di Palembang: Tersendat karena Demonstrasi Itu Biasa

Merdeka.com - Merdeka.com - Mobil Wakil Presiden Ma'ruf Amin diadang pengunjuk rasa yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Rumah Sakit Charitas, Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (7/9). Pengadangan dilakukan massa berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa menit, hingga akhirnya mobil Ma’ruf Amin dapat melanjutkan perjalanan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi menjelaskan kejadian itu. Menurutnya, perjalanan Ma’ruf Amin tetap lancar meski sempat tersendat karena insiden itu.

"Perjalanan wakil presiden dari tempat acara ke bandara berjalan lancar saya kira, bahwa ada sendat, tersendat dikit karena ada demonstrasi itu biasa," kata Masduki kepada wartawan, Kamis (8/9).

Dia mengatakan, pihak keamanan sudah bertindak dengan baik saat mobil wapres sempat terhalang, hingga akhirnya mobil RI 2 bisa melanjutkan perjalanan.

"Pihak keamanan sudah melakukan pengaturan dengan baik, dan itu karena pengaturan seperti itu sehingga wapres bisa melanjutkan perjalanan dengan baik alhamdulillah," ucapnya.

Masduki menyebut, dari kejadian ini Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa demonstrasi mahasiswa atau demo yang lain adalah hak warga negara. Tak masalah buat Ma’ruf Amin bila ada pihak-pihak menyampaikan aspirasi.

"Ini adalah negara demokrasi siapa saja boleh menyampaikan aspirasi yang penting berlangsung secara tertib, tidak melanggar aturan dan tidak terjadi anarkis, itu yang ditegaskan," jelas Masduki. [tin]