Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes: Vaksin COVID-19 Gratis Tanpa Syarat Apapun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Vaksin COVID-19 untuk masyarakat Indonesia tidak akan dikenai biaya sama sekali. Vaksin COVID-19 untuk masyarakat gratis seperti disampaikan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi.

Penegasan dari Kemenkes muncul setelah merebak kabar yang menyampaikan bahwa yang menerima vaksin COVID-19 secara gratis hanya peserta BPJS Kesehatan. Hal tersebut ditampiknya.

"Sekali lagi, vaksin COVID-19 gratis untuk masyarakat tanpa persyaratan apapun,” kata Nadia dalam diskusi Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN),Jakarta, Jumat (18/12/2020).

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Vaksin COVID-19 Sinovac Biotech Ltd ditampilkan dalam konferensi pers di Beijing, China, 24 September 2020. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac telah sampai di Indonesia, sementara 1,8 juta dosis lagi akan menyusul kemudian. (WANG ZHAO/AFP)
Vaksin COVID-19 Sinovac Biotech Ltd ditampilkan dalam konferensi pers di Beijing, China, 24 September 2020. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac telah sampai di Indonesia, sementara 1,8 juta dosis lagi akan menyusul kemudian. (WANG ZHAO/AFP)

Setelah skema dan mekanisme vaksinasi COVID-19 rampung, bakal dilakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

"Saat ini, Kemenkes sedang berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk melakukan penyesuaian dan pendalaman skema serta mekanisme vaksinasi. Setelah dirampungkan akan kami sosialisasikan segera kepada pemerintah daerah dan masyarakat,” katanya.

Nadia juga menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-17 merupakan program vaksinasi pemerintah yang akan dilakukan bertahap. Program ini dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat. Serta sesudah mendapat rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kehadiran vaksin COVID-19, kata Nadia, merupakan sebuah uapay untuk menurungkan angka kesakitan dan kematian karena penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini

“Risiko COVID-19 itu nyata dan vaksinasi bertujuan untuk mempercepat upaya menurunkan angka penularan, kesakitan dan kematian,” tukas Siti.

Meski vaksin bakal hadir, Siti mengimbau masyarakat disiplin menjalankan disiplin 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan siap divaksin saat vaksin tersedia.

“Bersama- sama kita bangun kekebalan kelompok untuk lindungi diri, lindungi negeri, dan akhiri pandemi,” tutupnya.