Jubir Wapres: Jangan Lagi Persoalkan Halal Haram Vaksin AstraZeneca, yang Penting Dibolehkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi meminta agar polemik halal dan haram vaksin Covid-19 AstraZeneca tak lagi dipersoalkan.

Pasalnya, kata dia, Wapres Ma'ruf Amin telah menyatakan bahwa vaksin asal Inggris tersebut dapat dipergunakan.

"Masalahnya (vaksin) itu sudah boleh, secara agama sudah boleh dan masyarakat tidak perlu ragu-ragu. Apalagi kalau ada yang menyatakan juga bahwa AstraZeneca itu halal jadi kebolehan itu bertambah. Itu kan garis besar yang disampaikan oleh Wapres," ujar Masduki kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Dia pun mengajak masyarakat tak lagi meributkan soal kehalalan vaksin-vaksin yang nantinya akan tiba di Indonesia. Masduki menyebut persoalan yang paling penting yakni, distribusi vaksin secara merata agar tercapai herd immunity (kekebalan komunal).

"Jadi tidak perlu lagi menyoal hal yang berkaitan dengan soal halal dan tidak halal atau haram (dan) tidak haram. Bukan di situ letaknya. Angelnya itu justru bagaimana kita, karena sudah boleh, supaya cepat, bisa tercapai herd immunity, kapan ketersediaan fasilitas bisa segera terwujud," jelasnya.

"Lalu langkah-langkah percepatannya seperti apa, bagaimana melibatkan pihak-pihak tokoh masyarakat di berbagai daerah Puskesmas segera cepat distribusinya, logistiknya. Kita lebih berbicara persoalan manajemen dari bagaimana pelaksanaan vaksinasi secara nasional itu bisa sesuai dengan rancangan," sambung Masduki.

Dia menuturkan ulama-ulama dan para santri di Jawa Timur telah mulai disuntik vaksin AstraZeneca. Untuk itu, Masduki berharap masyarakat tak khawatir dengan vaksin AstraZeneca.

"Bahkan MUI rencananya untuk bagaimana agar melakukan vaksinasi dengan menggunakan AstraZeneca itu untuk menunjukkan bahwa tidak ada masalah disitu. Tidak ada masalah halal dan haram," kata Masduki.

Penegasan MUI soal Kehalalan Vaksin AstraZeneca

Gambar ilustrasi menunjukkan botol berstiker
Gambar ilustrasi menunjukkan botol berstiker

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19, AstraZeneca halal dan thayyib. Dengan begitu, vaksin asal Inggris tersebut dapat disuntikkan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Jokowi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 yang diperuntukkan bagi para tokoh agama dan petugas pelayan publik di Pendopo Kabupaten Jombang Jawa Timur, Senin (22/3/2021).

"Tadi pagi juga saya bertemu dengan para Kyai sepuh, para Kyai dari MUI Jawa Timur yang menyampaikan bahwa vaksin AstraZeneca bisa digunakan, halal dan thayyib," jelas Jokowi seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: