Juergen Klopp Ngamuk Liverpool Kalah Mengejutkan dari Southampton

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Liverpool, Juergen Klopp, tak bisa menyembunyikan amarah terhadap seluruh anak-anak asuhnya usai kekalahan dari Southampton di St Mary Stadium, Senin 4 Januari 2021 atau Selasa dini hari WIB. Klopp merasa para pemainnya sama sekali tak mampu menampilkan permainan yang menggigit.

The Reds sudah tertinggal saat laga baru berjalan 111 detik. Sepakan lob dari Danny Ings membuat kiper Liverpool, Alisson Becker, hanya terpaku dan bola bergulir ke gawangnya.

Gol itu berusaha dibalas Liverpool. Namun, pertahanan rapat Southampton membuat mereka frustrasi.

Di laga ini, Liverpool sebenarnya sudah memainkan Thiago Alcantara yang diharapkan bisa jadi pemecah kebuntuan. Tapi, Thiago main di luar harapan.

Malah, dia kerap melepaskan umpan yang ceroboh dan membuat keuntungan bagi tim lawan.

Pun, pertahanan Liverpool kacau balau, imbas dari krisis di lini belakang dengan cederanya Virgil van Dijk dan Joe Gomez. Jordan Henderson diplot sebagai bek darurat, namun kurang maksimal dalam bermain.

"Apa yang mengecewakan? Harus berapa lama kami bisa start bagus. Tak cuma gol, tapi start yang kami telat, secara keseluruhan. Selamat buat Southampton, mereka layak menang," kata Klopp dilansir Daily Mirror.

"Anda tak seharusnya terkejut. Justru, kami yang seharusnya kaget. Sejak awal kami bermain, di area mana saja kehilangan bola, ini bukan ilmu tentang roket. Kami seharusnya bisa tampil jauh lebih baik. Tapi, kami terjebak dalam permainan mereka sejak awal," lanjutnya.

Liverpool juga mencatatkan statistik buruk dalam pertandingan melawan Southampton. Penyelesaian akhirnya begitu buruk, dan baru pada menit 75, mereka melepaskan tembakan ke gawang untuk pertama kalinya.

Tak ada gol, berarti menjadi yang kedua bagi Liverpool gagal jebol gawang lawan dalam pertandingan yang berjeda lima hari saja.

"Mereka memaksa kami bekerja keras. Pengambilan keputusan kami sangat buruk. Ini yang terjadi ketika Anda tak mendapatkan momentum. Harusnya, kami bisa membuat peluang lebih banyak," keluh Klopp.