Juergen Klopp Sindir Taktik Membosankan ManCity ala Guardiola

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Serangan pertama jelang duel panas Liverpool versus Manchester City di Anfield Minggu 7 Februari 2021 sudah dilancarkan. Manajer Liverpool, Juergen Klopp, yang memulai perang komentar terlebih dulu, dengan menyinggung taktik pasif dari ManCity saat main di Anfield.

Klopp merasa taktik ManCity saat menghadapi Liverpool di Anfield dalam beberapa kesempatan terlalu pasif. Seperti yang terjadi dalam lawatan terakhir ManCity ke Anfield, 10 November 2019.

Kala itu, ManCity kalah dengan skor 1-3. Namun, Liverpool sebenarnya bersusah payah untuk bisa menang lantaran pendekatan manajer ManCity, Pep Guardiola, yang berbeda.

"Saya menduga, full-back mereka, Kyle Walker, melewati garis tengah," sindir Klopp dilansir Daily Mirror.

ManCity memang susah menang di Anfield sejak ditangani Guardiola. Dalam tiga lawatan ke Anfield, Guardiola tak pernah menang.

Pun, Liverpool jadi tim yang paling susah dikalahkan Guardiola. Di 12 pertemuan, Guardiola cuma bisa menundukkan Liverpool empat kali, dan satu di antaranya lewat penalti.

Satu-satunya ketakutan Guardiola saat main di Anfield adalah suporter. Namun, senjata terampuh Liverpool itu kini tak bisa dipakai lantaran kebijakan main tanpa penonton selama pandemi virus corona COVID-19.

Ada peluang, Guardiola memainkan gaya berbeda dalam duel itu menimbang fakta suporter loyal Liverpool tak datang. Namun, Klopp masih saja ragu.

"Saya tak tahu apakah nantinya, dia mau ubah gayanya. Kami tahu bagaimana suporter mendukung kami. Dan, dampaknya tak kami rasakan sejak lama. Kami sendiri yang buat atmosfer jadi menyeramkan atau bersahabat. Tak ada perbedaan. Mereka juga tak bisa ciptakan atmosfer, jadi ayo gunakan segalanya yang ada," ujar Klopp.