Juliari Akui Berikan Rp 500 Juta ke Ketua DPC PDIP Kendal Akhmad Suyuti

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengakui pernah memberikan uang sebesar SGD 50 ribu untuk Ketua DPC PDIP Kendal Akhmad Suyuti.

Juliari mengungkapnya saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Harry dan Ardian merupakan terdakwa perkara suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

"Saya pernah menitipkan uang untuk Pak Akhmad Suyuti. Betul lewat saudara Kukuh (Kukuh Ari Wibowo, staf ahli Juliari)," ujar Juliari Batubara dalam sidang virtual di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/3/2021).

Jaksa lantas menyelisik lebih dalam soal uang yang akan dia berikan kepada Akhmad Suyuti. Jaksa mempertanyakan asal muasal uang tersebut. Juliari mengaku uang tersebut milik pribadinya.

"Uang pribadi," kata Juliari Batubara.

Jaksa lantas bertanya soal kepentingan Juliari memberikan uang tersebut. Juliari mengklaim ingin membantu operasional DPC PDIP Kendal. Mendengar jawaban Juliari, jaksa lalu menanyakan apakah ia juga memberikan sejumlah uang untuk ketua DPC Semarang, Salatiga, dan lainnya.

Namun, Juliari menyatakan hanya memberikan sejumlah uang ke DPC Kendal.

"Berapa duit yang dikasih ke Ahmad Suyuti?," tanya jaksa.

"Kurang lebih saya kasih dalam bentuk dolar itu 50 ribu dollar Singapura. Mungkin sekitar Rp 500 juta, begitu, " kata Juliari.

Didakwa Menyuap Juliari

Diberitakan Pengusaha sekaligus konsultan hukum Harry Van Sidabukke didakwa menyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sejumlah Rp 1,28 miliar. Suap diberikan Harry karena mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako terkait penanganan pandemi Virus Corona Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Jaksa menyebut, Harry Sidabukke menyuap Juliari lantaran Harry mendapatkan pengerjaan paket sembako sebanyak 1.519.256 melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude.

Jaksa menyebut, uang suap itu tidak hanya ditujukan kepada Mensos Juliari, melainkan juga terhadap Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengadaan barang/jasa bansos Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos.

Sementara Direktur Utama PT Tigapilar Argo Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sejumlah Rp 1,95 miliar.

Jaksa menyebut, uang tersebut tak hanya diberikan untuk Juliari melainkan terhadap Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengadaan barang/jasa bansos Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos.

Jaksa mengatakan, uang diberikan lantaran perusahaan Ardian ditunjuk sebagai salah satu vendor yang mengerjakan distribusi bantuan sosial (bansos) terkait penanganan pandemi virus Corona Covid-19.

Uang tersebut diberikan terkait dengan penunjukan terdakwa melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bantuan sosial sembako dalam rangka penanganan Covid-19 tahap 9, tahap 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

Saksikan video pilihan di bawah ini: