Jumanta tambah satu emas untuk DKI dari sanda 60kg PON Papua

·Bacaan 1 menit

Atlet sanda Jumanta menambah medali emas bagi tim wushu DKI Jakarta setelah berjaya dalam nomor tarung kelas 60kg PON Papua di Merauke, Minggu.

Jumanta yang pada PON 2016 mendapat perak kelas 56kg, berhasil menahan serangan dan bantingan atlet Jawa Tengah Bayu Raka Putra dalam kelas lebih berat.

Jumanta menang telak setelah kelima juri memenangkan dia pada kedua babak.

Jefri Arianto Utomo dari Jawa Timur dan Manuel Prima Siahaan dari Sumatera Utara berbagi medali perunggu setelah keduanya terhenti pada semifinal.

Baca juga: Melisa sumbang emas pertama untuk Jambi di PON Papua

Tim ibukota sebelumnya telah mengoleksi tiga emas dari wushu taolu yang dipersembahkan oleh Edgar Xavier Marvelo dari nomor chang quan dan kombinasi dao shu+gun shu, serta Nandira Mauriskha dari nomor taolu chang quan.

Wushu menjadi cabang olahraga yang pertama kali dipertandingkan di Merauke yang menggelar juga pertandingan sepak bola putri, anggar, gulat, catur, dan bermotor.

Cabang olahraga wushu digelar dari 29 September hingga 3 Oktober dengan memperebutkan 12 medali emas dari nomor taolu (seni jurus) dan 11 dari sanda (tanding).

Baca juga: Yusuf Widianto pertahankan gelar sanda 56 kg

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel