Jumat, KPK lanjutkan pemeriksaan Rusli Zainal

MERDEKA.COM. KPK berencana melanjutkan pemeriksaan terhadap Gubernur Riau Rusli Zainal pada Jumat (14/6) mendatang. Politisi Golkar itu akan diperiksa sebagai tersangka dalam sejumlah kasus yang menjeratnya.

"Saya dapat informasi rencananya hari Jumat diperiksa sebagai tersangka untuk semua kasusnya," ujar Juru Bicara Johan Budi SP, Senin (10/6).

Ini merupakan pemeriksaan ketiga kali Rusli sebagai tersangka. Sebelumnya, pada pemeriksaan pertama, Rusli dicecar terkait kasus pembahasan PON Riau. Untuk pemeriksaan kedua, Rusli kemudian diperiksa untuk kasus korupsi perizinan penerbitan izin usaha hutan di Kabupaten Pelalawan.

Dua kali menjalani pemeriksaan, Rusli tidak ditahan. KPK beralasan penyidik masih membutuhkan keterangan dari politisi golkar itu. Dalam pemeriksaan yang ketiga nanti, KPK masih belum tahu apakah akan langsung ditahan.

"Belum tahu," ujar Johan.

Rusli ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 soal PON Riau. Rusli diduga menerima suap untuk meloloskan pembahasan Perda itu. Rusli juga diduga terlibat kasus pembahasan Perda nomor 5 tahun 2010 soal PON Riau, yang berkaitan dengan dua tersangka dari anggota DPRD sebelumnya. Yakni terpidana Faisal Aswan dan M Dunir. Rusli diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau, buat meloloskan pembahasan aturan itu.

Terakhir, Rusli dalam kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada 2001 sampai 2006. Rusli diduga menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum sebagai Gubernur Riau.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.