Jumhur: Gaji TKI Hong Kong Melalui Perbankan

Bogor (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat berharap pembayaran gaji TKI di Hong Kong melalui perbankan untuk menghindari pemotongan dari pengguna atau agen tenaga kerja.

"Pemotongan gaji secara berlebihan menjadi salah satu persoalan TKI di Hong Kong. Dengan pembayaran gaji melalui perbankan dapat mengatasi soal tersebut," katanya di Bogor, Senin, saat membuka Pertemuan Teknis Pelaksanaan "Entry Test" TKI Di Singapura dan Penempatan TKI Di Hong Kong.

Ke depan, kata Jumhur, pembayaran TKI melalui perbankan dan bank wajib melaporkan pembayaran gaji TKI setelah mendapat persetujuan dari TKI.

Jumhur menegaskan bahwa secara umum TKI yang bekerja di Hong Kong memperoleh perlindungan hukum yang baik, namun besaran biaya penempatan yang harus ditanggung TKI untuk dapat bekerja di Hong Kong belum ada standarisasi sehingga perlu ditinjau ulang.

Ia menyebutkan bahwa gaji TKI, khususnya penata laksana rumah tangga (PLRT) sesuai standar gaji tenaga kerja asing pada umumnya sebesar 3.580 dolar Hong Kong atau Rp4,08 juta dengan kurs sekitar Rp1.140 per satu dolar Hong Kong.

Namun, katanya, dalam praktiknya para agen telah memotong lebih dari 10 persen gaji per bulan, bahkan terjadi pemotongan selama berbulan-bulan.

Dari data BNP2TKI menunjukkan jumlah penempatan TKI ke Hong Kong sejak Januari hingga Agustus 2011 sebanyak 30.188 orang.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.