Jumlah Anak Imigran yang Masuk Amerika Lewat Meksiko Capai Rekor Tertinggi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Donna - Jumlah anak-anak imigran yang masuk ke Amerika Serikat secara ilegal via Meksiko mencapai rekor tertinggi. Fasilitas penampungan di Donna, Texas, mulai penuh dan anak-anak harus tidur di lantai. Lonjakan ini terjadi saat Presiden Joe Biden melonggarkan aturan Donald Trump di perbatasan.

Dilaporkan VOA Indonesia, Jumat (9/4/2021) sebagian besar pendatang dewasa ditolak masuk tanpa diberi kesempatan untuk mengajukan permohonan suaka.

Anak-anak yang datang sendirian diserahkan kepada para “sponsor” di Amerika, biasanya orang tua atau kerabat dekat, sementara mereka diizinkan untuk melanjutkan kasus mereka di pengadilan imigrasi yang kini sudah sangat kewalahan.

Pihak berwenang menemukan 18.890 anak-anak tanpa pendamping pada bulan Maret, menurut Dinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, jauh di atas level tertinggi sebelumnya 11.475 pada Mei 2019 dan 10.620 pada Juni 2014 yang dilaporkan oleh Patroli Perbatasan, yang mulai menerbitkan catatan jumlah pendatang anak-anak sejak 2009.

Sebelumnya, warga dewasa Meksiko adalah mayoritas orang yang melintasi perbatasan.

Jumlah pada bulan Maret itu kira-kira dua kali lipat dari 9.457 anak tanpa pendamping pada bulan Februari dan lebih dari lima kali lipat dari 3.221 pada bulan Maret 2020.

Peningkatan besar jumlah keluarga dan anak yang datang sendiri ke Amerika itu – sebagian di antaranya berusia 3 tahun – telah sangat membebani fasilitas penampungan di perbatasan, yang tidak diizinkan untuk menampung orang selama lebih dari tiga hari. Keadaan demikian membuat pemerintah berjuang keras untuk mencari tempat dan mempekerjakan staf untuk merawat anak-anak dalam jangka waktu yang lebih lama sampai mereka dapat diserahkan ke para sponsor.

Joe Biden Minta Imigran Jangan Datang

Joe Biden, calon presiden AS penantang Donald Trump pada pemilu November 2020 mendatang. (AP Photo/Matt Rourke)
Joe Biden, calon presiden AS penantang Donald Trump pada pemilu November 2020 mendatang. (AP Photo/Matt Rourke)

Amerika Serikat sedang mengalami krisis di perbatasan selatan. Sejak Presiden Joe Biden berkuasa, semakin banyak imigran yang mencoba masuk ke negaranya secara ilegal.

Kini, Presiden Joe Biden berpesan agar mereka jangan datang.

"Saya bisa mengatakan secara jelas: Jangan datang," tegas Joe Biden dalam wawancara eksklusif ABC News, dikutip Rabu (17/3).

"Jangan meninggalkan town atau kota atau komunitas Anda," tambahnya.

Saat kampanye, Partai Demokrat dan Joe Biden lebih mendukung hak imigran ilegal yang masuk via perbatasan selatan AS.

Hal itu berbeda dari Partai Republik dan Donald Trump yang cenderung keras terhadap imigran ilegal. Trump bahkan membangun tembok (the wall) di selatan.

Joe Biden juga membantah pandangan bahwa imigran di selatan semakin banyak karena ia dianggap lebih baik daripada Donald Trump. Ia menyebut anggapan itu salah.

"Saya waktu itu mendengar bahwa mereka datang karena saya adalah orang baik," ujar Biden. "Ini kesepakatannya, mereka tidak akan datang," tegas Biden.

Krisis Makin Parah

Dua imigran Honduras mengangkangi perbatasan yang memisahkan Meksiko dari AS di Tijuana, Meksiko, Rabu (21/11). Wali Kota Tijuana mendeklarasikan krisis kemanusiaan di perbatasan kotanya dengan AS. (AP Photo/Ramon Espinosa)
Dua imigran Honduras mengangkangi perbatasan yang memisahkan Meksiko dari AS di Tijuana, Meksiko, Rabu (21/11). Wali Kota Tijuana mendeklarasikan krisis kemanusiaan di perbatasan kotanya dengan AS. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Joe Biden berdalih bahwa sejak 2019 dan 2020, krisis perbatasan semakin parah. Ketika pewawancara George Stephanopoulos menyebut situasi bisa semakin parah, Joe Biden setuju.

"Bisa saja demikian," jawab Biden.

Sebelumnya, Joe Biden kembali mengaktifkan fasilitas penahanan anak-anak imigran di selatan AS. Fasilitas itu sempat dikritik ketika digunakan Donald Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, sempat melempar kesalahan kepada pemerintahan Donald Trump karena disebut tak menyiapkan sistem yang mumpuni.

Pendanaan program tembok Donald Trump sudah disetop Joe Biden. Sejauh ini, Biden tak berencana mengecek perbatasan selatan.

Saksikan Video Pilihan Berikut: