Jumlah emisi karbon tahun ini cetak rekor baru, tugas manusia semakin berat

Analisis para ilmuwan dunia menyatakan emisi karbon dioksida (CO2) global dari aktivitas manusia masih berada di titik tertingginya pada 2022. Emisi dari bahan bakar fosil juga naik, bahkan lebih tinggi dibandingkan level sebelum pandemi.

Analisis yang dilakukan oleh lembaga Global Carbon Project, secara rutin menghitung bujet karbon bumi atau carbon budget. Perhitungan bujet ini berbasiskan jumlah emisi CO2 yang dilepaskan manusia, dan emisi yang diserap dari atmosfer oleh ekosistem laut maupun darat.

Dari dua aspek tersebut, kami menghitung seberapa banyak karbon yang masih bisa dilepaskan ke atmosfer supaya kenaikan suhu bumi tidak melebihi batas 1.5℃ dibandingkan era praindustri.

Tahun ini, aktivitas manusia diperkirakan akan melepaskan emisi CO2 sebesar 40,6 miliar ton. Angka ini sekaligus menandakan bahwa bumi – dalam batas amannya – hanya sanggup menampung emisi sebanyak 380 miliar ton CO2 pada beberapa tahun mendatang.

Jumlah emisi tahunan pada 2022 ini sangat berbahaya untuk stabilitas iklim global. Jika tren emisi tidak berubah, maka ada peluang 50% bahwa pemanasan suhu global rata-rata akan mencapai 1,5℃ dalam waktu 9 tahun.

Dunia memang mengalami kemajuan signifikan dalam hal dekarbonisasi dan upaya pengurangan emisi di beberapa sektor dan negara, khususnya di pasokan listrik energi terbarukan.

Namun, tetap saja, meski pemimpin dunia berkumpul dalam konferensi iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (COP27) di Mesir pekan ini, upaya global untuk memangkas emisi masih jauh dari cukup.

Umat manusia mesti memangkas emisi global demi mempertahankan peluang bagi kita menghindari dampak terparah perubahan iklim.