Jumlah kebakaran di Amazon dan Pantanal Brazil mencapai rekor

·Bacaan 2 menit

Brasilia (AFP) - Kebakaran dalam jumlah yang mencapai rekor tinggi menghanguskan lahan basah Amazon dan Pantanal di Brazil bulan lalu, menurut data resmi pada Minggu.

Peristiwa itu terjadi ketika deforestasi dan perubahan iklim mendatangkan malapetaka pada sejumlah ekosistem paling berharga di planet ini.

Hutan hujan Amazon telah digambarkan sebagai "paru-paru" bumi karena perannya dalam menghasilkan hampir 10 persen oksigen dunia.

Pantanal, yang terletak lebih jauh ke selatan, adalah salah satu lahan basah tropis terbesar di dunia dan surga keanekaragaman hayati yang membentang melintasi perbatasan Brazil ke Paraguay dan Bolivia.

Jumlah kebakaran biasanya turun pada bulan Oktober saat Amazon mendekati musim hujan.

Tetapi Institut Penelitian Luar Angkasa Nasional (INPE) Brazil pada hari Minggu mencatat 17.326 kebakaran di Amazon pada bulan Oktober, lebih dari dua kali lipat jumlah yang dilaporkan pada bulan yang sama pada tahun 2019.

Citra satelit menunjukkan terjadi hampir 100.000 kebakaran dalam 10 bulan pertama tahun 2020, lebih dari yang dilaporkan di sepanjang tahun lalu.

INPE juga mendeteksi hampir 3.000 kebakaran di Pantanal, rekor bulanan baru sejak pengumpulan data dimulai pada tahun 1998.

Wilayah tersebut - 23 persen di antaranya diperkirakan telah terbakar tahun ini - telah dilanda 21.115 kebakaran yang memecahkan rekor sejauh ini tahun ini, lebih dari dua kali lipat jumlah yang tercatat di sepanjang tahun 2019.

Para ahli dan LSM lingkungan menyalahkan kebakaran yang memburuk pada presiden Brazil Jair Bolsonaro, seorang yang skeptis terhadap perubahan iklim dan mendukung pembukaan kedua wilayah itu untuk penebangan dan pertanian.

Beberapa kebakaran adalah dampak dari pembakaran untuk mempersiapkan lahan bagi ternak, meskipun praktik tersebut telah dilarang selama 120 hari pada bulan Juli.

“Dengan laju deforestasi yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, peringatan oleh para peneliti diabaikan oleh pemerintah: deforestasi dan kebakaran terjadi bersamaan,” kata Mariana Napolitano, kepala program sains di World Wildlife Fund (WWF) Brazil.

"Setelah menebang hutan, para pelaku membakar untuk membersihkan bahan organik yang terkumpul ... di akhir bulan, dengan datangnya hujan, laju kebakaran tampak melambat, tetapi kita tidak bisa bergantung pada faktor iklim, "katanya.

"Apa yang terjadi pada musim kemarau di Amazon dan Pantanal tidak dapat diulangi."

Perubahan iklim juga berperan dalam kebakaran, dengan tim peneliti internasional memperingatkan tahun ini bahwa kenaikan suhu global merupakan "ancaman kritis" bagi ekosistem Pantanal yang rapuh.

Presiden Bolsonaro mengecam kampanye "disinformasi" terkait Pantanal dan Amazon, bahkan menyalahkan penduduk asli dan aktivis setempat sebagai pihak yang menyebabkan kebakaran.