Jumlah korban jiwa banjir di India naik jadi 95, ratusan ribu diungsikan

Kochi, India (Reuters) - Jumlah korban jiwa akibat banjir di Negara Bagian Karnataka, Kereala dan Maharashtra di India naik jadi 95, demikian jumlah resmi yang disiarkan pada Sabtu, sementara hujan lebat dan tanah longsor memaksa ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka.

Hujan musim hujan dari Juni sampai September adalah urat nadi kehidupan penting buat masyarakat pertanian India, dan mengirim 70 persen curah hujan ke negeri itu, tapi hujan juga membawa kematian dan kerusakan setiap tahun.

"Seluruh desa kami direndam air selama delapan hari belakangan ini tapi tetap saja kami belum menerima bantuan dari pemerintah," kata petani yang bernama Prashant Lathe (35) dari satu desa di salah satu kabupaten yang direndam banjir di Negara Bagian Maharashtra di India Barat.

Kabupaten tersebut juga telah kehilangan akses ke semua fasilitas dasar seperti air minum, pasokan listrik, tabung gas masak dan bahan bakar untuk menggerakkan kendaraan, kata Lathe.

Hujan lebat yang terus-menerus mengguyur juga dapat membahayakan sektor pertanian India, yang mempekerjakan hampir separuh dari 1,3 miliar warganya. Lathe mengatakan pertanian tebunya --yang memiliki luas sekitar empat acre-- direndam air.

Di Negara Bagian Kerala di bagian barat-daya negeri tersebut, sebanyak 42 orang meninggal dan lebih dari 100.000 orang yang terpengaruh sudah diungsikan, kata jaringan penanganan bencana pemerintah sentral, setelah 80 tanah longsor melanda negara bagian itu dalam dua hari.

Negara bagian tersebut membuka pintu bendeungan Banasurasagar di Kabupaten Wayanad pada Sabtu untuk menangani permukaan air dan menghindari kerusakan serius.

Tahun lalu, lebih dari 200 orang tewas dan lebih dari lima juta orang terpengaruh dalam salah satu banjir terburuk di Kerala dalam 100 tahun. Sebagian warga mengatakan pembukaan tiba-tiba pintu air bendungan itu tanpa peringatan yang memadai buat orang yang tinggal di arah hilir adalah faktor besar kehancuran.

Bandar udara paling sibuk di negeri tersebtu, Bandar Udara Cochin, ditutup sejak Jumat, sebab landasan digenangi air, dan direncanakan melanjutkan operasi pada pukul 06.30 GMT (13.30 WIB) pada Ahad, kata dinas pengelola bandar udara.

Di negara bagian tetangga, Karnataka, tempat pusat teknologi India, Bengaluru, sebanyak 24 orang telah tewas dalam apa yang dikatakan Kepala Menteri B.S. Yeddyurappa pada Sabtu adalah banjir terburuk dalam 45 tahun.

Sebanyak 1.024 desa telah direndam banjir akibat hujan, air di beberapa bendungan mencapai kapasitas penuhnya, dan lebih dari 200.000 orang telah diungsikan, ia menambahkan.

Di Maharashtra, tempat Ibu Kota Keuangan India, Mumbai, 29 orang telah meninggal pada pekan ini.

Departemen Meteorologi India mengatakan hujan lebat sampai sangat lebat diperkirakan mengguyur daerah terpencil di Kerala, beberapa bagian Karnatake dan Maharashtra, dan sebagian negara bagian India Selatan juga mungkin diguyur hujan lebat pada Sabtu.