Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Haiti Capai 2.207 Orang, 344 Lainnya Berstatus Hilang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Port-au-prince - Jumlah korban tewas akibat gempa magnitudo 7,2 pada 14 Agustus di Haiti meningkat menjadi 2.207.

Dikutip dari laman Xinhua, Senin (23/8/2021), sementara itu 344 orang lainnya masih hilang, demikian laporan dari badan perlindungan sipil Haiti Minggu (22/8).

Badan tersebut mengatakan di Twitter bahwa seminggu setelah gempa juga menyebabkan sedikitnya 12.268 terluka.

Tak hanya itu, jumlah rumah yang rusak melebihi 77.000, sementara hampir 53.000 lainnya hancur.

Gempa berpusat di sekitar 125 kilometer sebelah barat Port-au-Prince, Haiti dan memiliki kedalaman 10 kilometer.

Itulah sebabnya peringatan tsunami dikeluarkan, tetapi kemudian dibatalkan.

Terasa Hingga Negara Tetangga

Seorang pria membuang sekantong beras dari trailer truk berisi perbekalan di Vye Terre, Haiti, Jumat (20/8/2021). Bantuan swasta dan kiriman dari pemerintah AS dan lainnya tiba di semenanjung barat daya negara itu yang dilanda gempa 7,2 gempa berkekuatan 14 Agustus. (AP Photo/Fernando Llano)
Seorang pria membuang sekantong beras dari trailer truk berisi perbekalan di Vye Terre, Haiti, Jumat (20/8/2021). Bantuan swasta dan kiriman dari pemerintah AS dan lainnya tiba di semenanjung barat daya negara itu yang dilanda gempa 7,2 gempa berkekuatan 14 Agustus. (AP Photo/Fernando Llano)

Gempa besar ini dilaporkan mencapai magnitudo 7,2. Menurut laporan Volcano Discovery, Sabtu (14/8/2021), gempa ini terjadi pada 20.29 malam waktu setempat.

USGS menyebut gempa berkekuatan magnitudo 7,2, sementara Volcano Discovery menyebut 7,3.

Getaran terasa di seluruh Haiti, Jamaika, dan Republik Dominika.

Gempa terjadi dekat Les Cayes, sekitar 100 km dari ibu kota Port-au-Prince.

Magnitudo gempa ini mirip dengan gempa besar Haiti pada 2010. Saat itu, lebih dari 100 ribu orang meninggal dunia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel