Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 di Depok Terus Bertambah

Mohammad Arief Hidayat, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tren kasus penyebaran COVID-19 di Kota Depok, Jawa Barat, terus menurun. Jumlah pasien sembuh bahkan naik hingga 62 orang, dengan total sebanyak 6.192 orang pada Rabu, 4 November 2020.

Sedangkan pasien positif hanya bertambah 56 kasus dengan total secara keseluruhan mencapai 7.384 orang. Kemudian pasien yang meninggal dunia bertambah satu orang, dengan jumlah keseluruhan sampai saat ini 205 orang.

Data itu tercatat dalam informasi yang disiarkan oleh pemerintah setempat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok. Data sebelumnya, Selasa, 3 November: pasien positif 7.328 orang, sembuh 6.130 orang, dan meninggal dunia 204 orang.

Jumlah kasus yang terus menurun telah berdampak pula pada penyebaran COVID di kota itu. Hal itu dibuktikan dengan data Gugus Tugas COVID-19 pusat yang menyatakan, saat ini 9 dari 11 kecamatan di Kota Depok berstatus zona oranye atau risiko sedang. Sedangkan dua wilayah lainnya zona kuning, atau berisiko rendah penyebaran COVID-19.

“Distribusi zonasi kecamatan ada sembilan kecamatan risiko sedang dan dua kecamatan dalam risiko rendah atau zona kuning,” kata Juru Bicara GTPPC Kota Depok Dadang Wihana.

Kemudian, jika dilihat dari data kelurahan, ada 8 wilayah yang masuk dalam zona risiko tinggi atau zona merah. Berikutnya, 50 kelurahan masuk dalam risiko sedang atau zona oranye, dan 5 kelurahan resiko rendah atau zona kuning.

“Berdasarkan perhitungan 14 indikator Kesmas dari data yang diolah dari Picodep, untuk zona risiko kecamatan saat ini terdapat dua kecamatan yang masuk zona kuning yaitu Cinere dan Cimanggis, di mana sebelumnya hanya satu kecamatan, yaitu Cinere. Kecamatan lainnya zona oranye,” ujarnya.

Lima kelurahan yang berstatus zona kuning, yaitu Pangkalanjati, Pondok Cina, Pasir Gunung Selatan, Mekarsari dan Cilodong. Kelurahan zona merah berjumlah 8, yakni Kelurahan Kedaung, Cinangka, Duren Mekar Pengasinan, Tanah Baru, Beji, Kemiri Muka dan Sukamaju Baru.

“Untuk kecamatan dan kelurahan yang zona kuning dan oranye agar terus melakukan peningkatan upaya pencegahan dan penanganan, sehingga zona risiko wilayah bisa terus ditingkatkan,” kata Dadang.

Untuk wilayah yang termasuk zona merah, Dadang mengingatkan, agar ekstra waspada dan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan melalui optimalisasi RW PSKS.

Dadang menegaskan, kondisi ini bersifat fluktuatif jika pergerakan orang masih tinggi dan protokol kesehatan kurang diperhatikan. Untuk itu ia pun mengimbau rambu-rambu yang sudah digariskan pemerintah dan satgas penanganan COVID-19 agar dapat dilaksanakan dengan pendekatan keluarga dan komunitas.

Baca: Ridwan Kamil Bilang Vaksinasi COVID-19 pada November Belum Jelas