Jumlah Pegawai Negeri Dikurangi Bertahap

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan mengurangi jumlah pegawai negeri sipil secara bertahap. Selain untuk menghemat anggaran negara, pengurangan ini untuk meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan. 

"Kami selektif menerima sesuai kebutuhan," kata Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, sebelum rapat dengan Komisi Pemerintah Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 16 Oktober 2012.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah menerapkan moratorium penerimaan calon PNS. Moratorium berakhir tahun ini dan penerimaan dibuka kembali tahun depan. Tapi pada September 2012, pemerintah membuka formasi penerimaan dengan rincian 8.887 di instansi pusat, 2.756 formasi di instansi daerah, serta 4.219 formasi menjalani ikatan dinas.

Tahun depan, Azwar menyatakan akan kembali membuka penerimaan pegawai. Namun, jumlah pegawai yang diterima diestimasikan sebanyak 50 persen dari jumlah pegawai yang pensiun. Saban tahun jumlah kisaran jumlah pensiunan sebanyak 130 ribu pegawai.

Penerimaan pegawai di setiap instansi pun akan lebih diperketat. Misalnya ada analisis jabatan, analisis beban kerja serta beban belanja pegawai tidak melebihi 50 persen dari total anggaran daerah atau anggaran negara. "Syarat-syaratnya akan semakin ketat," kata dia.

Azwar menyatakan, desain kementeriannya adalah secara bertahap mengurangi jumlah pegawai untuk meringankan anggaran negara. Dia menyatakan, dengan pegawai sedikit bisa tetap efektif, tak ada alasan harus membuka penerimaan besar-besaran. "Negara hanya membayar pegawai baru yang dibutuhkan," ujarnya.

WAYAN AGUS PURNOMO

Terpopuler:

Soal Simulator, Puluhan Penyidik Polri Datangi KPK

Penyidikan Rekening Gendut Terhenti Faktor Rahasia 

Yuri Siahaan, Penyidik KPK Target Kedua Polri 

Dua Polisi Diduga Hilang di Sarang Teroris 

PPATK: Laporan Kasus Simulator Pernah Diabaikan  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.