Jumlah Penumpang Kereta Api Anjlok 60,5 Persen Sepanjang Juli 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penumpang kereta api yang berangkat pada Juli 2021 mengalami penuruan hingga 60,52 persen. Hanya ada 5,7 juta orang penumpang kereta api di awal semester II-2021.

"Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juli 2021 sebanyak 5,7 juta orang atau turun 60,52 persen dibanding Juni 2021," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto dalam rilis BPS, Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Dari jumlah tersebut sebagian besar merupakan penumpang kereta commuter yakni sebanyak 5,1 juta orang atau 88,78 persen dari total penumpang kereta api.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek (57,41 persen), Jawa non-Jabodetabek (76,70 persen), dan Sumatera (58,44 persen).

Secara kumulatif, jumlah penumpang kereta api selama Januari–Juli 2021 mencapai 87,7 juta orang. Turun 28,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek (26,85 persen), Jawa non-Jabodetabek (38,77 persen), dan Sumatera (11,64 persen.)

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Angkutan Barang

Rail Express menggunakan kereta bagasi yang dijalankan khusus sebagai KA Parcel One Night Service (ONS) maupun dirangkaikan pada KA Barang Hantaran Potongan (BHP).
Rail Express menggunakan kereta bagasi yang dijalankan khusus sebagai KA Parcel One Night Service (ONS) maupun dirangkaikan pada KA Barang Hantaran Potongan (BHP).

Angkutan barang menggunakan kereta api sepanjang Juli 2021 naik 6,31 persen dibandingkan Juni 2021. Jumlah barang yang diangkut tercatat sebanyak 4,9 juta ton.

"Jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 6,31 persen menjadi 4,9 juta ton," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto dalam rilis BPS, Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 4,0 juta ton atau 82,06 persen. Peningkatan jumlah barang terjadi di wilayah Sumatera sebesar 9,27 persen. Sebaliknya wilayah Jawa non-Jabodetabek mengalami penurunan 5,43 persen.

Sehingga jumlah barang yang diangkut sepang tahun ini hingga Juli mencapai 29,6 juta ton atau naik 7,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Peningkatan terjadi di wilayah Sumatera 11,47 persen. Sementara itu di wilayah Jawa non-Jabodetabek mengalami penurunan sebesar 5,83 persen.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel