Jumlah penumpang kereta api Daop 7 tinggi jelang libur panjang

Ahmad Buchori
·Bacaan 3 menit

Jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 7 Madiun, Jawa Timur, cukup tinggi menjelang libur panjang, sehingga PT KAI (Persero) kembali mengoperasikan sejumlah kereta api (KA) reguler yang melewati Daop 7 Madiun.

"Terpantau sementara pada 26 Oktober 2020 jam 15.00 WIB, untuk tanggal 28 Oktober sampai dengan 1 November 2020, sementara penumpang berangkat atau naik dari Daop 7 ada 8.405 orang. Penumpang tiba atau turun di Daop 7 sebanyak 7.876 orang, sehingga total 16.281 orang," kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko saat dikonfirmasi di Kediri, Senin.

Ixfan mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dengan jumlah penumpang kereta api yang naik menjelang cuti bersama dan libur panjang memperingati Maulid Nabi 1441 Hijriah.

Untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan kereta api sekaligus mengantisipasi lonjakan penumpang KA pada libur panjang yang dimulai 28 Oktober sampai dengan 1 November 2020, PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun sudah menyediakan kursi yang cukup banyak.

Jumlah kursi yang disediakan sebanyak 26 perjalanan KA jarak jauh dan menengah ke semua tujuan yang melintas ataupun berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun, dengan total tempat duduk 43.606 seat, yang terdiri dari kelas eksekutif 12.894 seat dan kelas ekonomi sebanyak 30.712 seat.

Kereta api reguler yang beroperasi setiap hari antara lain, KA Bima relasi Gambir-Surabaya Gubeng pergi pulang (PP), KA Turangga relasi Bandung-Surabaya Gubeng PP, KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan PP, KA Kahuripan Kiaracondong-Blitar PP, KA Matarmaja relasi Malang-Pasar Senen PP dan KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng-Jakarta Kota PP.

Sedangkan KA Brantas relasi Pasar Senen-Blitar, KA Gajayana relasi Gambir-Malang PP, KA Malabar relasi Bandung-Malang PP, KA Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng-Bandung PP dan KA Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap PP beroperasi pada hari-hari tertentu sesuai jadwal.

PT KAI mengimbau pelanggan yang ingin melakukan rapid test di stasiun agar melakukannya paling lambat H-1 sebelum tanggal keberangkatan, agar terhindar dari kepadatan antrean layanan rapid test dan potensi tertinggal KA.

Untuk layanan rapid tes di stasiun, lanjut dia telah mulai dibuka pada 30 Juli 2020 di Stasiun Madiun. Sebanyak 8.277 pelanggan KA sudah memanfaatkan fasilitas tersebut. Dan tiga hari terakhir menjelang libur panjang ini, hampir 200 pelanggan melakukan rapid test di stasiun per harinya..

"Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nomor no 9 Tahun 2020, bahwa masa berlaku surat keterangan uji rapid tes/uji PCR adalah selama 14 hari. Jadi kami imbau agar pelanggan melakukan rapid tes jauh-jauh hari, sehingga lebih tenang saat mau berangkat naik KA," kata Ixfan.

Ia menambahkan, untuk wilayah Daop 7 Madiun, pelayanan rapid test tersedia di Stasiun Madiun, Blitar, Kertosono dan Jombang. Jam pelayanan rapid test di stasiun-stasiun tersebut bervariasi. Di Stasiun Madiun, pelayanan rapid tes dari pukul 07.00 – 19.00 WIB, di Stasiun Kertosono pukul 09.00 – 17.00 WIB, Stasiun Jombang 08.30 – 17.30 WIB dan di Stasiun Blitar pukul 08.00 – 17.00 WIB.

"Tersedianya layanan rapid test di stasiun bertujuan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait syarat perjalanan masyarakat di masa adaptasi kebiasaan baru serta memudahkan pelanggan sehingga tidak perlu mencari tempat rapid test di luar," ujar Ixfan.

Ixfan juga mengimbau calon penumpang selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan).

"Protokol kesehatan diterapkan secara ketat pada setiap perjalanan kereta api, itu karena PT KAI (Persero) ingin menyediakan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan," kata Ixfan.

Baca juga: Daop Surabaya: Tren kecelakaan di perlintasan sebidang meningkat

Baca juga: Daop Madiun pastikan penumpang aman naik KA selama pandemi

Baca juga: Daop 7 Madiun kembali operasikan KA Anjasmoro