Jumlah Personel TNI Angkatan Darat yang Meninggal Dunia Meroket

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jumlah prajurit dan PNS Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang meninggal dunia karena sakit di tahun 2020 ternyata mencapai 714 orang.

Angka itu meroket tajam dibandingkan dengan angka kematian prajurit dan PNS TNI AD di tahun 2019 yang tercatat sebanyak 385 orang.

Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD Tahun 2021 yang diselenggarakan hari ini di Mabesad, Jakarta Pusat.

“Tahun 2019 kemarin, kita kehilangan prajurit dan PNS TNI AD sebanyak 385 orang yang disebabkan oleh sakit. Tahun 2020 yang meninggal karena sakit meningkat menjadi 714 orang, hampir dua kali lipat. Oleh karena itu, yang sudah kita lakukan dua tahun terakhir, budaya olahraga setiap hari, lakukan!,” kata Jenderal TNI Andika Perkasa, Selasa, 23 Februari 2021.

Menyikapi hal tersebut, dalam moment Rapim TNI AD tahun ini, Jenderal Andika meminta kepada para komandan satuan agar dapat berupaya mencari solusi mengatasi hal tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan kepedulian atas kondisi fisik dan kesehatan anggotanya, serta menggalakkan olahraga di satuannya masing-masing.

Selain itu, Jenderal Andika sebelum menutup Rapim juga menekankan kepada para pimpinan TNI AD untuk menindaklanjuti semua kebijakan dan penekanan yang telah disampaikan di dalam Rapim yang mengangkat tema "Membangun TNI Angkatan Darat yang Adaptif,".

“Itulah yang kami maksud dengan adaptif. Apa yang kurang, ya terus diperbaiki. Apa yang sudah bagus, pasti masih ada celah untuk ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pada Rapim tahun ini, para pimpinan TNI Angkatan Darat membahas beberapa program strategis TNI AD. Seluruh kebijakan strategis TNI AD dalam pelaksanaannya diselaraskan dengan situasi dan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, sehingga penyampaian evaluasi program kerja dan anggaran TA.2020 maupun program kerja dan anggaran TA.2021 yang telah dilakukan refocusing dan realokasi belanja disusun dengan menyesuaikan kondisi tersebut.

Selain itu, Rapim juga membahas evaluasi program kerja TNI AD TA. 2020 yang telah disampaikan oleh Irjenad, Letjen TNI Benny Susianto yang kemudian dilanjutkan dengan paparan sesuai bidang masing-masing dari Irjenad dan para Asisten Kasad.

Rapim TNI AD tahun ini juga berlangsung berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena masih suasana COVID-19, maka Rapim TNI AD 2021 dihadiri oleh 264 pejabat di lingkungan TNI AD baik secara langsung di Mabesad maupun melalui Virtual dari wilayahnya masing-masing.

Hadir dalam kegiatan di Mabesad diantaranya sejumlah Perwira Tinggi TNI AD, diantaranya, Koorsahli Kasad, Dankodiklat, Danpuspomad, Danpusterad, Kepala RSPAD Gatot Soebroto, serta Kaskostrad.

Baca juga: Sebelum Masuk Papua, Pasukan Setan TNI Dibekali Senjata Pemburu OPM