Jumlah Positif Covid-19 di Solo Raya Melesat Lebih dari 100 Persen, Kenapa?

Solo - Perkembangan jumlah kasus positif Covid-19 di Solo Raya dalam sepekan terakhir menunjukkan akselerasi yang luar biasa. Hanya dalam satu pekan, jumlah kasus positif bertambah lebih dari 2 kali lipat daripada pekan sebelumnya.

Percepatan perkembangan itu muncul dalam data yang diolah Solopos.com dari berbagai sumber resmi di 7 kabupaten/kota di Soloraya. Jika ditotal, jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 di Soloraya pada Sabtu (25/4/2020) mencapai 83 kasus.

Angka itu jauh lebih tinggi atau naik 112,82 persen daripada sepekan sebelumnya atau 18 April 2020 yang baru 39 kasus positif. Artinya, dalam sepekan terakhir, terjadi penambahan sebanyak 44 kasus positif Covid-19 di seluruh wilayah Soloraya.

Sukoharjo kini menjadi wilayah di Soloraya dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak, yakni 23 kasus. Padahal pekan sebelumnya, jumlah kasus positif di sana baru 10 kasus.

Penambahan terbesar kedua muncul dari Kota Solo. Pada akhir pekan sebelumnya yakni 18 April 2020, jumlah kasus positif Covid-19 baru 9. Pada Sabtu (25/4/2020), jumlahnya naik 8 kasus menjadi 17 kasus.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan akselerasi penambahan kasus positif Covid-19 di Soloraya. Pertama adalah pulangnya para alumni Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan, ke Soloraya.

Para anggota Jemaah Tabligh yang pulang dari Gowa ke Jateng diperkirakan mencapai 1.500 orang. Terbukti sebagian kasus positif Covid-19 di Soloraya merupakan alumni Ijtima Gowa yang sakit setelah pulang.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Klaster Ijtima Gowa dan Transmisi Penularan Lokal

Tim medis saat menangani pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau COVID-19 di ruang isolasi Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2020). RSUP Persahabatan menangani 31 pasien dalam pemantauan dan pengawasan dari potensi terpapar virus corona. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Situasi di Sukoharjo mengonfirmasi hal itu. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan ada sedikitnya 86 alumni Gowa.

Pemkab Sukoharjo memiliki data 86 orang itu dan sekitar 40 orang di antaranya telah menjalani rapid test. Hasilnya menunjukkan 16 orang menunjukkan reaksi positif.

“Total ada tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Gowa. Klaster Gowa yang belum melakukan rapid test karena menunggu alat. Kami melaksanakan rapid test idealnya hari ke-7, hari ke-10, dan hari ke-14 ketika imunitas terbentuk. Kami meminta mereka melakukan isolasi mandiri,” katanya, Jumat (24/4/2020), dilansir Solopos.com.

Di Solo ada juga alumni Ijtima Gowa yang masuk dalam daftar pasien positif Covid-19 Soloraya itu. Namun, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menyebut kemungkinan adanya transmisi lokal.

Dugaan itu muncul dalam kasus ibu rumah tangga asal Mangkubumen, Banjarsari, Solo, yang dinyatakan positif. Pasien ke-17 ini tidak pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.

Namun itu masih dalam penyelidikan. Ahyani juga memiliki dugaan lain melihat akselerasi jumlah kasus positif Covid-19 di Soloraya, termasuk Solo. Ahyani mengatakan penambahan jumlah kasus positif bertambah cepat tiap hari. Ahyani mengatakan penambahan itu salah satunya karena hasil uji swab yang lebih cepat.

Spesimen lendir hidung/tenggorokan PDP kini dikirimkan ke laboratorium RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bukan ke Salatiga atau Jogja. Hasilnya bisa diketahui sekitar satu hingga dua hari kemudian tergantung dikirimkan sebelum pukul 12.00 atau setelahnya.

“Pemeriksaan tes secara PCR [polymerase chain reaction] lebih cepat karena itu hasilnya tiap hari ada,” kata dia, Sabtu (25/4/2020).

Dapatkan berita menarik Solopos.com, lainnya, di sini:

Simak Video Pilihan Berikut Ini: