Jumlah SDM Perempuan di Dunia Teknologi Masih Lebih Rendah dari Pria

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 yang menerpa dunia dan terus melajunya proses adopsi teknologi oleh perusahaan telah mengakselerasi kehadiran pekerjaan masa depan. Dalam The Future of Jobs Report 2020, World Economic Forum (WEF) memprediksi 85 juta pekerjaan akan digantikan oleh teknologi automasi pada 2025.

Situasi ini juga memunculkan peluang hadirnya 97 juta peran baru yang meliputi sejumlah klaster pekerjaan, seperti cloud computing, data & artificial intelligence (AI), engineering, hingga product development.

Baca: Kisah Perempuan Indonesia Mencari Cinta di Dunia Teknologi

Dampak yang lebih dalam akan dirasakan oleh kaum perempuan mengingat proporsi mereka saat ini dalam klaster tersebut masih lebih rendah dibandingkan pria, yaitu 12 persen untuk cloud computing, 15 persen untuk engineering, 26 persen untuk data & AI, serta 35 persen untuk product development.

Untuk Indonesia, saat ini sedang dihadapkan pada kondisi ketenagakerjaan yang cukup sulit sebagai imbas dari tekanan pandemi COVID-19 terhadap perekonomian. Pada Agustus 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 9,77 juta orang atau meningkat 37,61 persen dari tahun sebelumnya.

Angka pengangguran ini masih didominasi oleh lulusan SMK sejak tiga tahun terakhir dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 13,55 persen. Walau sempat turun pada 2019, namun angka ini kembali melonjak dengan persentase yang paling besar dibanding angkatan kerja lulusan lainnya.

Sejak diluncurkannya inisiatif global WiSTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing, and Design) pada 2015, Johnson & Johnson berupaya menumbuhkan minat STEM2D (science, technology, engineering, math, manufacturing, and design) serta membekali para perempuan dengan soft skill dasar sejak usia dini untuk memasuki pasar kerja.

"Sumber daya ini dimaksudkan untuk mendorong dan melibatkan anak perempuan, keluarga, guru, dan pendukung mereka di berbagai belahan dunia," kata Country Leader of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne, Selasa, 9 Maret 2021.

Melalui program WiSTEM2D, ia mengaku berkomitmen untuk memberdayakan perempuan muda di enam bidang tersebut sehingga dapat meningkatkan representasi perempuan di bidang sains dan teknologi, serta memiliki kesempatan tak terbatas untuk terlibat dalam mewujudkan perubahan positif di masyarakat.