Jumlah siswa di SLB Negeri 4 Jakarta sudah mencapai 233 orang

Jumlah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 4 Jakarta di Koja, Jakarta Utara sampai saat ini sudah mencapai 233 orang dari mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, kata Kepala SLB Negeri 4 Jakarta Sukimin.

"Siswa kami semuanya berkebutuhan khususnya ada yang tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa. Tapi yang banyak adalah tuna rungu dan tuna grahita," kata Sukimin kepada wartawan di Jakarta Utara, Kamis.

Sebagai SLB maka bobot materi pendidikan yang diberikan lebih banyak keterampilan daripada akademis, jelas Sukimin.

"Kalau SMA saja akademiknya 12 (jam pelajaran), sementara untuk keterampilan bisa 28 jam pelajaran," kata Sukimin.

Menurut Sukimin, pendidikan keterampilan di SLB Negeri 4 Jakarta setingkat SMA bisa berlangsung hingga tiga hari penuh. Sedangkan SMP berlangsung dua hari penuh. Pelajaran diberikan dari pagi sampai siang.

Bobot pembelajaran keterampilan dilebihkan dengan maksud membekali lebih banyak keahlian kepada para peserta didik, agar bisa digunakan sebagai modal berwirausaha di masa depannya nanti.

Jadi, kata Sukimin, guru-guru di SLB Negeri 4 Jakarta menggiring anak-anak didiknya agar menguasai keterampilan menjahit. Bukan berarti mengharapkan peserta didik itu sekadar menjadi desainer atau penjahit saja, tapi bisa lebih dari itu.

Misalnya, menjadi wirausahawan yang memproduksi baju-baju buatan sendiri.

"Sampai anak ini menjadi mandiri dan mampu berusaha nanti setelah terjun di masyarakat," kata Sukimin.
​​​​​​
Sukimin bersyukur peserta didik penyandang tuna rungu setingkat SMA dan lima guru pendamping SLBN 4 Jakarta berkesempatan mengikuti pelatihan keterampilan membuat batik cetak daun (ecoprint) dengan bimbingan instruktur terlatih Tati Leliana Purba selama dua hari dari 16 - 17 September 2022.

Dalam pelatihan itu, ecoprint dipilih sebagai keterampilan yang diajarkan karena ragam produk yang dihasilkan variatif dan berbasis bahan natural yang ramah lingkungan.

Pada Kamis, sepuluh penyandang tuna rungu peserta didik Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Jakarta beserta guru pendamping menggelar peragaan busana kain batik cetak daun (ecoprint) produksi sendiri di atas panggung yang berdiri di halaman sekolah tersebut.
Baca juga: Pemkot Jakbar janji sediakan fasilitas ramah tunanetra di masjid
Baca juga: Pemkot Jakbar imbau penyandang disabilitas gabung ke komunitas
Baca juga: Pemkot Jakbar latih disabilitas jadi pemijat dan pembatik profesional