Jumlah Startup Fintech RI Terbesar Kedua di ASEAN pada 2020

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, di tahun 2020 Indonesia telah memiliki startup fintech terbesar, dan menempati posisi kedua di ASEAN setelah Singapura.

Di mana, Singapura tercatat telah memiliki 39 persen dari jumlah startup fintech di ASEAN, sementara Indonesia tercatat memiliki 20 persen, Malaysia 15 persen, dan Thailand 10 persen.

"Karena sektor fintech inilah yang juga merupakan sektor paling dinamis dan kompetitif. Yang ditunjukkan dengan hadirnya berbagai unicorn yang valuasinya lebih dari US$1 miliar dan decacorn yang valuasinya di atas US$10 miliar," kata Airlangga dalam telekonferensi, dikutip Selasa 10 November 2020.

Baca juga: Alhamdulillah, Subsidi Gaji Termin II Rp1,2 Juta Sudah Cair

Airlangga menambahkan, di dalam segmen penyaluran pinjaman sendiri, per bulan September 2020 akumulasi penyaluran peer-to-peer lending sudah mencapai lebih dari Rp100 triliun, atau naik sebesar 113 persen secara year-on-year.

Bahkan, segmen pemanfaatannya pun jika dilihat dari varian umur, telah cukup bervariasi. Dengan rentang usia pengguna yang berada di antara usia 19-34 tahun.

"Di mana usia lender ataupun borrower itu justru ada yang berasal dari kelompok muda, yakni di kisaran 19 sampai 34 tahun," kata Airlangga.

Apalagi, selama pandemi COVID-19 sampai saat ini, fintech juga tercatat telah memiliki andil yang besar untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Khususnya dalam penyediaan akses layanan keuangan yang lebih luas," ujarnya.

Diketahui, berdasarkan laporan Google dan Temasek pada 2019, tercatat bahwa ekosistem perekonomian digital Indonesia adalah salah satu yang terbesar. Dengan pertumbuhan yang tercepat di ASEAN.

Sektor fintech dianggap memiliki peran besar di dalam ekosistem perekonomian digital nasional, dengan estimasi nilai mencapai US$40 miliar dan pertumbuhan tahunan yang hampir mencapai 50 persen.