Jumlah Wisatawan China ke Jepang Merosot 50% Selama Imlek

Liputan6.com, Beijing : Jumlah wisatawan China ke Jepang selama libur Tahun Baru China atau biasa disebut Imlek bakal merosot lebih dari 50% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena konflik perebutan pulau antar kedua negara tersebut.

 

China dan Jepang memang terlibat konflik sengketa pulau. China menuduh Jepang telah mencuri kepulauan di kawasan Laut China Timur bernama Diaoyu. Hingga perang kata-kata pun tak dapat terelakkan.

Bahkan belum lama ini, China membantah pernyataan Jepang yang telah menuduh militernya melakukan gencatan senjata dan mengunci radar angkatan laut Jepang.

Dampak dari situasi tersebut membuat basis kunjungan wisatawan China ke Jepang terus menurun. Presiden Tokyo Sogo World Travel Ltd, Wang Yatnien memprediksi, jumlah turis Imlek tahun ini turun 50% dari tahun lalu menjadi sekitar 2.000 - 3.000 pengunjung.

"Wisatawan China tidak kembali ke Jepang karena nilai mata uang Yen melemah. Saya berharap, orang mengabaikan isu-isu politik antar kedua negara, dan kembali mengunjungi Jepang," pungkas dia seperti dilansir dari The Wall Street Journal, Minggu (10/2/2013).  

Sementara itu, maskapai penerbangan China memutuskan beralih dari pasar Jepang, lantaran menurunnya permintaan kunjungan. Sehingga penjualan tiket pesawat internasional dari China menyusut pada tahun baru Imlek ini dari sebelumnya.

Keendati demikian, potensi perjalanan wisata dari China masih cukup besar. Menurut data dari situs perjalanan online terbesar di negeri Tirai Bambu, Ctrip.com, penjualan tiket perjalanan dari China ke berbagai negara tumbuh 40-50% pada tahun lalu.

Beberapa maskapai penerbangan, yakni Air China Ltd, China Southern Airlines Co, dan China Eastern Airlines Corp pada tahun lalu telah meningkatkan kapasitas penumpang sekitar 7%-11% dari tahun sebelumnya.

Di sisi lain, harga tiket untuk perjalanan internasional turun 36% dan 6,1% untuk domestik di periode Imlek ini. Diantaranya harga tiket penerbangan ke Asia Tenggara turun sebesar  99 Yuan atau US$ 16 dan ke New York 2.800 Yuan atau US$ 450.    

(Fik/Igw)