Junta Myanmar Tangkap Warga Jepang karena Rekam Video Demonstrasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga negara Jepang yang berprofesi sebagai pembuat film dokumenter ditangkap di Myanmar. Penangkapan ini dikonfirmasi juru bicara pemerintah Jepang dan meminta pria yang ditangkap tersebut segera dibebaskan.

Wakil Kepala Sekretaris Kabinet, Seiji Kihara menyampaikan dalam konferensi pers pada Senin, pria Jepang berusia 20 tahunan itu ditangkap setelah merekam demo pada 30 Juli.

Kihara mengatakan kedutaan besar Jepang di Myanmar mendorong pemerintah Dewan Pemerintah Negara (SCA) yang berkuasa untuk membebaskan pria tersebut. Kihara tidak menyebutkan nama pria tersebut, tapi laporan media menyebutnya sebagai Toru Kubota, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (2/8).

Informasi dari situs web pribadinya menyebut Kubota pernah meliput untuk Al Jazeera dan VICE Jepang, fokus pada isu konflik etnis dan pengungsi.

Sedikitnya 135 jurnalis ditangkap Myanmar sejak kudeta, menurut Reporters Without Borders.

Kubota merupakan jurnalis asing kelima yang ditangkap setelah warga negara Amerika Serikat (AS) Nathan Maung dan Danny Fenster, jurnalis Polandia Robert Bociaga, dan jurnalis Jepang lainnya, Yuki Kitazumi. Keempat jurnalis tersebut akhirnya dideportasi dari Myanmar.

Jepang adalah salah satu negara yang mengkritik kudeta militer Myanmar dan tindakan kekerasan aparat setelahnya. Baru-baru, Jepang mengecam eksekusi empat aktivis anti kudeta yang dilaksanakan bulan lalu. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel