Jurnalis Prancis Terbunuh dalam Serangan Rusia di Ukraina

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang jurnalis asal Prancis tewas pada Senin saat serangan Rusia menghantam sebuah kendaraan untuk evakuasi warga sipil di Ukraina timur.

"Frederic Leclerc-Imhoff berada di Ukraina untuk menunjukkan realitas perang," kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Twitter.

"Berada dalam bus kemanusiaan dengan warga sipil yang terpaksa melarikan diri untuk menghindari pengeboman Rusia, dia terluka parah," lanjut Macron, dikutip dari AFP, Selasa (31/5).

Frederic Leclerc-Imhoff (32) bekerja untuk stasiun televisi berita BFM. Ini merupakan perjalanan liputannya yang kedua ke Ukraina sejak perang pecah pada 24 Februari.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Prancis dan Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan Lecrelc-Imhoff berada di dekat kota Severedonetsk, Luhansk yang digempur pasukan Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Luar Negeri Prancis, Catherine Colonna menyampaikan, Leclerc-Imhoff tewas saat dalam tugas liputan karena bombadir Rusia.

"Saya sudah berbicara dengan pemerintah Luhansk dan meminta Presiden (Volodymyr) Zelenskiy untuk penyelidikan, dan mereka memastikan bantuan dan dukungan mereka," tulisnya di Twitter.

Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai mengatakan serangan terjadi ketika kendaraan antipeluru untuk evakuasi sedang menjemput 10 orang dari Severedonetsk.

BFM mengatakan jurnalisnya terkena pecahan akibat bom dan jurnalis lainnya, Maxime Brandstaetter terluka.

"Kejadian tragis ini mengingatkan kami bahaya yang dihadapi semua jurnalis yang mempertaruhkan nyawanya untuk menggambarkan konflik ini selama lebih dari tiga bulan saat ini," jelas BFM dalam pernyataannya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel