Jurus Ampuh Jenderal TNI Pengawal Gerakan Buruh Penolak UU Omnibus Law

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sosok Panglima Kodam Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali muncul dalam gelombang aksi unjuk rasa ribuan buruh yang menolak keberadaan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Pada hari Senin kemarin, 2 November 2020, jenderal bintang dua TNI AD itu kembali membuktikan bahwa dibawah komandonya kerja sama TNI dan Polri dalam mengawal gelombang aksi unjuk rasa di pusat Ibukota Jakarta dapat dikendalikan.

Mayjen TNI Dudung Abdurachan tiba di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan langsung berada di tengah-tengah pasukan penjaga gedung yang menjadi simbol konstitusional negara Republik Indonesia sejak pagi hari.

Dari informasi yang berhasil dihimpun militer">VIVA Militer, Dia sengaja datang lebih awal bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol.Nana Sudjana sebelum kelompok massa aksi buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tiba di MK.

Kehadiran Pangdam Jaya sejak pagi hari ingin memastikan bahwa pelaksanaan aksi unjuk rasa yang dilakukan elemen buruh itu berjalan dengan baik tanpa menimbulkan kerusuhan yang mengganggu ketertiban dan keamanan di Ibukota Jakarta.

Sesampainya ribuan massa di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, Pangdam Jaya bersama Kapolda Metro Jaya pun segera memberikan ruang kepada perwakilan buruh untuk masuk ke dalam Gedung MK untuk melayangkan tuntutannya terkait dengan rencananya menggugat Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang diyakini merugikan kepentingan kaum buruh.

Aksi pun berjalan dengan damai. Tuntutan ribuan buruh pun dapat tersalurkan karena komunikasi yang dilakukan oleh Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya kepada perwakilan buruh dan Mahkamah Konstitusi berjalan dengan baik. Hingga perwakilan organisasi buruh itu dipersilahkan untuk bertemu dan berdialog dengan Sekjen MK, M. Guntur Hamzah.

Sebagaimana diketahui, kehadiran Pangdam Jaya di tengah ribuan massa aksi penolak UU Omnibus Law Cipta Kerja bukan baru kali ini saja terjadi. Hampir dapat dipastikan dalam gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan secara besar-besaran sejak awal Oktober lalu, Mayjen TNI Dudung Abdurachman selalu berada di tengah-tengah pasukan.

Bahkan, kehadiran petinggi TNI AD di Jakarta Raya itu tidak jarang dapat meredam emosi massa aksi ketika sudah memanas. Kerennya lagi adalah, jenderal TNI bintang dua itu selalu mengedepankan langkah-langkah persuasif untuk meredam emosi massa. Sehingga massa aksi pun sering kali luluh ketika berhadap-hadapan dengan pria lulusan Akmil tahun 1988 itu.

Baca juga : Panglima TNI Kini Punya Jabatan Strategis Baru di Dunia Akademik