Jurus Forkopimda Jatim Sambut PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Forkompimda Jatim dan pejabat Utama Polda Jatim melakukan sosialisasi jelang pemberlakuan PPKM Darurat, yang nantinya secara resmi akan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Juli mendatang.

Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto menjelaskan, yang menonjol dalam pemberlakuan PPKM darurat adalah pembatasan keramaian masyarakat, jam operasional restoran boleh buka hanya sampai Pukul 17.00, setelah itu bisa beli denga cara take away sampai pukul 21.00.

"Ini berlaku di setiap wilayah termasuk di Jatim. Kemudian kami bertiga ini melaksanakan pengecekan awal untuk melihat dan sosialisasi terlebih dahulu, jangan sampai nanti setelah diumumkan oleh pemerintah masyarakat Jatim atau Kota Surabaya ini terkaget-kaget," ujarnya, Rabu (30/6/2021).

Suharyanto mengungkapkan bahwa PPKM Darurat dilakukan selama dua minggu, mulai 3 sampai dengan 21 Juli 2021.

"Mudah-mudahan dalam dua minggu ini nanti bisa segera turun drastis. Nah nanti langkah berikutnya setelah 21 ini akan ditentukan oleh pemerintah," ucapnya.

Saat sosialisasi PPKM Darurat di Jalan Kedungdoro, Surabaya, pada Selasa 29 malam kemarin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta berdialog dengan pedagang kaki lima, dengan mengimbau penyebaran Covid-19 yang masih menghantui.

"Sepurane yo cak tutup disek, soale kasus covid jek dukur, (mohon maaf ya mas tutup dulu, soalnya kasus penyebaran covid-19 masih tinggi)," ujar Nico dengan Bahasa Jawa Timuran.

Buka Gerai Vaksinasi

Nico memberikan sosialisasi PPKM Darurat sembari meminta kepada pedagang untuk menutup lapaknya.

"Saya lihat masyarakat sudah mulai patuh, dan harapan kami, ini bisa dilaksanakan di seluruh Jawa Timur, sehingga upaya kita didalam menertibkan adanya kerumunan, kemudian adanya tempat-tempat umum yang mengundang kerumunan ini bisa ikuti aturan," ucapnya.

"Untuk restoran, mall, kemudian tempat ibadah, mohon kiranya masyarakat patuh terhadap itu. Tujuannya satu, kita semua bisa terhindar dari Covid-19," ujar Nico.

Nico menyampaikan hasil operasi yustisi yang telah dilakukan di seluruh Jawa Timur, ada banyak masyarakat yang telah diterbitkan dengan dilakukan teguran, penindakan dan surat tertulis.

Selain itu, Nico juga telah membuka gerai ratusan gerai vaksinasi di seluruh Jawa Timur, dan ribuan orang juga telah dilakukan vaksinasi.

"Untuk hasilnya, kami rata-rata seluruh Jawa Timur itu ada 2.500 kegiatan. Sedangkan untuk vaksinasi, hari ini ada 409 gerai yang kami buka, dan sudah mencapai target kurang lebih ada 23 ribu, pada jam empat sore tadi, dan sekarang diperkirakan sudah sampai 50 ribu. Ini akan kami terus lakukan untuk vaksinasinya juga," ucap Jenderal asli Suroboyo ini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel