Jurus KPU Purbalingga Antisipasi Kendala Distribusi Logistik Pilkada Saat Musim Hujan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mempersiapkan langkah antisipasi guna menghadapi kemungkinan kendala distribusi logistik Pilkada saat kondisi hujan.

"Kami telah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya menyiapkan terpal penutup guna memastikan logistik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga 2020 aman dari kondisi hujan," kata Komisioner KPU Purbalingga Divisi Parmas, SDM dan Kampanye Andri Supriyanto, dilansir Antara, Jumat (20/11/2020).

Dia memaparkan, langkah antisipasi distribusi logistik Pilkada ini diperlukan, mengingat intensitas curah hujan terus meningkat.

"Kendaraan yang kami sewa untuk keperluan distribusi logistik juga harus siapkan terpal, dan sebagai antisipasi bila pihak armada tidak menyediakan, kami sudah menyiapkan," kata Andri.

Menurut Andri, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar proses distribusi surat suara dan logistik Pilkada lainnya aman, meski nanti kondisi cuaca kurang mendukung.

"Kami berupaya agar surat suara harus aman, salah satunya aman dari cuaca buruk serta aman dari bencana alam misalkan banjir, dan kami juga memastikan surat suara diawasi dan diantisipasi dalam proses pelipatannya," ucap dia.

Sebelumnya, Andri telah menyampaikan, KPU Purbalingga menargetkan proses pelipatan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga akan tuntas pada Minggu, 22 November 2020 mendatang.

Dia menjelaskan, pihaknya optimistis proses pelipatan surat suara Pilkada akan tuntas sesuai target waktu karena jumlah petugas yang mengerjakan pelipatan cukup banyak.

"Proses pelipatan surat suara juga terus dikebut untuk mempercepat proses pengerjaannya," kata Andri.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Sudah Siapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Petugas memakai face shield memasukan surat pemungutan suara dalam pemilihan serentak 2020 saat simulasi di Halam Kantor KPU, Jakarta, Rabu (22/7/2020). Simulasi pemungutan suara di TPS dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)
Petugas memakai face shield memasukan surat pemungutan suara dalam pemilihan serentak 2020 saat simulasi di Halam Kantor KPU, Jakarta, Rabu (22/7/2020). Simulasi pemungutan suara di TPS dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Andri juga mengaku, pihaknya telah mempersiapkan protokol kesehatan untuk proses pelipatan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga tahun 2020 guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami telah merekrut sebanyak 50 orang masyarakat yang berdomisili di sekitar kantor KPU Purbalingga untuk membantu proses pelipatan surat suara tersebut," terang dia.

Sebelum bertugas membantu proses pelipatan surat suara, lanjut Andri, 50 orang warga itu telah menjalani tes cepat atau rapid test Corona Covid-19.

"Selain itu kami juga mewajibkan penggunaan masker dan menyiapkan tempat cuci tangan di setiap pintu masuk serta melakukan pengaturan jarak," tegas Andri.

Pilkada Purbalingga diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono yang diusung PDIP, Golkar, PAN, PKS.

Lalu, pasangan Mohamad Sulhan Fauzi-Zaini Makarim Supriatno yang diusung oleh PKB, Gerindra, Nasdem, Demokrat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: