Jurus Nadiem Atasi Kendala Belajar Siswa di Pelosok Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Palu - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim meminta para kepala sekolah khususnya di daerah pelosok tidak ragu memanfaatkan dana BOS bagi penyelenggaraan pendidikan dengan konsep 'Merdeka Belajar'.

Nadiem Makarim mengakui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada masa pandemi masih sulit dilakukan di wilayah pelosok karena akses internet. Untuk itu, Kemendikbud menyiapkan konsep 'merdeka belajar'.

Kata Nadiem, dengan konsep merdeka belajar itu, kesulitan penyelenggaraan pendidikan di wilayah yang belum terjangkau internet bisa teratasi. Di antaranya dengan memanfaatkan dana BOS untuk membiayai operasional sekolah dan guru pada masa pandemi.

"Pengelolaan dana BOS sepenuhnya merupakan diskresi kepala sekolah. Pertama, karena krisis pandemi. Yang kedua, karena kebutuhan di masing-masing sekolah di daerah memang berbeda," kata Nadiem saat berdialog dengan para guru di Kota Palu, Rabu (4/11/2020).

Mas Menteri, panggilan akrab Nadiem, mencontohkan pada masa pandemi kebutuhan sekolah di perkotaan adalah gawai dan peralatan elektronik lainnya, tetapi situasi berbeda bagi daerah pelosok dan terpencil yang mengandalkan pembelajaran luring.

Untuk menunjang konsep merdeka belajar itu, Kemendikbud, kata dia, juga sudah menerbitkan modul-modul pembelajaran dan kurikulum darurat untuk digunakan di situasi krisis saat ini agar pendidikan di manapun tetap berjalan dengan pola dan cara sesuai kondisi masing-masing daerah.

"Jadi mohon digunakan berbagai fasilitas itu. Merdeka belajar adalah kemerdekaan kepala sekolah untuk menentukan apa yang terbaik untuk sekolahnya," Nadiem mengingatkan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak video pilihan berikut ini: