Jurus Pelaku Ekonomi Kreatif Danau Toba Raih Omzet Rp 22,7 Miliar di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Pelaku ekonomi kreatif Danau Toba berhasil menaikkan omzet sebesar Rp 22,7 miliar di tengah pandemi Covid-19. Kenaikan omzet para pelaku ekonomi kreatif Danau Toba ini mulai dirasakan sejak Maret 2021.

Usut punya usut, ternyata mereka menjadi peserta Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf). Program ini berlangsung sejak Maret dan berakhir pada Juni ini.

Tidak hanya itu, program ini juga berhasil membuat penambahan tenaga kerja. Sebelum pendampingan hanya 200 dan setelah pendampingan bertambah menjadi 800 tenaga kerja. Pelaku ekonomi kreatif Danau Toba juga mengalami penambahan jumlah reseller. Sebelum pendampingan ada sekitar 1.536 reseller dan setelah pendampingan menjadi 3.215.

Mereka juga berhasil menjalin kerja sama dengan sejumlah marketplace dalam dan luar negeri. Ratusan toko online tersebar di Tokopedia, Shopee, Lazada, BukaLapak, Blibli, e-bay, Poptron serta ada pula yang memanfaatkan transportasi online, Grabfood dan Gofood.

Dalam BKDT, pelaku ekonomi kreatif Danau Toba mendapat pelatihan dan pendampingan secara daring dan luring. Materi yang diberikan meliputi, peningkatan omzet, penyerapan, dan perluasan akses ekspor untuk mengoptimalkan penjualan dan memperluas pasar.

Sementara materi bimbingan teknologi yang diberikan antara lain, branding and trust, pemasaran digital, menyusun keuangan, pemanfaatan aplikasi untuk finansial, dan perpajakan.

Para pelaku ekonomi kreatif Danau Toba juga mendapat materi kelas daring seperti menyusun HPP dan BEP, laporan keuangan, analisis laporan keuangan. bedah kasus kuliner, bedah kasus fashion, dan bedah kasus kriya.

Apresiasi Sandiaga Uno

Rumah Kreatif Danau Toba sebagai sarana untuk pelaku ekraf BKDT juga membantu untuk konsultasi langsung dengan para pendamping, memfasilitasi produksi konten untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif, dan menyediakan ruang galeri untuk memamerkan produk-produknya.

Mereka juga mendapatkan fasilitas gratis ongkos kirim (ongkir) untuk pengiriman barang dari kampanye #BOBB (Bebas Ongkir Bebas Belanja) hasil kerjasama Kemenparekraf dengan PT. Pos Indonesia yang berlangsung selama satu bulan.

Menurut Menparekraf, Sandiaga Uno, kesuksesan ini tidak lepas dari bantuan stakeholder yang turut memberikan pendampingan terhadap artisanal Danau Toba dan sekitar Sumatra Utara.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak, kementerian keuangan terutama dirjen pajak, direktorat bea dan cukai, PKN STAN, PT. ASDP yang sudah memberikan pelatihan serta PT Pos Indonesia atas program kerjasama gratis ongkirnya sehingga omzet para pelaku ekonomi kreatif Danau Toba bisa naik lebih dari 100 persen per bulan," ujar Sandiaga Uno, dalam siaran persnya, Rabu (29/6/2021).

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel