Jurus Pemda Garut Menangkal Berita Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Garut - Pemerintah daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat, meluncurkan program SIRIKAT atau Sistem Informasi Rilis Cepat dan Akurat untuk menangkal berita hoaks yang terus beredar.

Program yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ini, diharapkan mampu menjadi jawaban bagi warga dalam mendapatkan informasi yang tepat, sekaligus mengantisipasi berkembangnya hoaks atau berita bohong.

Kepala Seksi (Kasi) Kemitraan Komunikasi Publik, Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Garut, Yanyan Agus Supianto, mengatakan derasnya informasi yang beredar saat ini, harus mampu diimbangi dengan kehadiran sistem yang mampu menghadirkan informasi tepat bagi warga.

Selain menyajikan ketetapan dan kecepatan, kehadiran SIRIKAT ujar Yanyan, sekaligus diharapkan mampu menangkal berita bohong atau hoaks yang kerap membuat kegaduhan bagi masyarakat.

“Bila dibiarkan, ini akan membentuk karakter masyarakat dalam memahami dan memaknai informasi yang abu-abu yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ketepatan informasi yang diterima warga, diharapkan mampu menghindari kesalahpahaman dan gagal faham terhadap sebuah informasi. “Masyarakat pada akhirnya mengabaikan sikap tabayyun atau cross check terhadap informasi yang diterima,” kata dia.

Dalam prakteknya, program ini dikelola secara bersama antara pemda dan masyarakat atau kelompok masyarakat yang memiliki perhatian dalam dunia informasi.

“Dalam pengelolaannya, Dinas Kominfo berperan sebagai pengendali agar dalam menjalankan fungsi system ini tetap terjaga,” lanjut Yanyan.

Selain itu, dengan kemudahan akses yang dikelola, kelompok masyarakat yang dilibatkan bisa membantu Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendiseminasikan informasi, baik pembangunan, pemerintahan maupun kemasyarakatan. “Termasuk menangkal informasi palsu (hoaks) di kalangan masyarakat,” harap dia.

Bahkan aplikasi ini bisa digunakan sebagai curhatan warga, untuk menyempaikan unek-uneknya mereka bagi pemerintah Garut. “Misalnya, soal jalan rusak di sekitar lingkungannya, dan permasalahan Iain,” kata dia.

Yanyan menambahkan, sejatinya program SIRIKAT telah ada sejak 2019 lalu, namun mewabahnya Pandemi Covid-19, membuat aplikasi ini sempat terhenti di tahun 2020 lalu. “Tahun itu sebenarnya akan dilakukan BIMTEK (Bimbingan Teknis) penerapan SIRIKAT,” kata dia.

Kepala Bidang (Kabid) Teknologi FK-KIM Garut, Rinda Cahyana, mengatakan SIRIKAT merupakan program yang didesain Pemerintah dan KIM untuk melayani kebutuhan masyarakat, terhadap informasi yang tepat, cepat bagi warga.

“Pengoperasian aplikasi ini dan pembangunan kompetensi literasi informasi oleh Pemerintah dan KIM merupakan upaya pencegahan terjadinya kasus hukum terkait konten hoaks,” kata dia.

Simak juga video pilihan berikut ini: