Jurus Pemkab Sidoarjo Jaga Stabilitas Politik hingga Keamanan

Liputan6.com, Surabaya - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sidoarjo menggelar Semalam Nusantara Sidoarjo, di alun-alun Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 9 November 2019 dengan tema Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful llah, Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, para anggota DPRD Sidoarjo, Perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Jawa Timur, serta Forkopimda Sidoarjo.

Sebanyak 17 etnis dari Jawa, Toraja, Padang, Batak, NTT, Ambon, Sunda, Minahasa, Flores, Papua, Nias, Madura, Bugis, Manado, Arab, Aceh, Maluku sampai Tionghoa, menampilkan seni dan budaya khas masing-masing daerah.

Ketua FPK Sidoarjo, H Achmad Amir Aslichin mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini untuk mensinergikan para etnis nusantara yang ada di Kab Sidoarjo.

Diharapkan, identitas suatu ras, suku dan etnis yang ada di Kab Sidoarjo tidak akan hilang, tetap terjaga. Selain itu kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjaga situasi kondusif di Sidoarjo.

Acara ini merupakan yang kelima yang mana sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2015 dan pada saat itu baru diikuti 13 etnis.

"Alhamdulillah untuk tahun ini bisa diikuti 18 etnis, di antaranya Aceh, Batak, Nias, Padang, Palembang, Jawa, Bala Ngapak, Madura, Bali, Flores, Bugis, Toraja, Minahasa, Manado, Maluku, Ambon, Papua dan Arab," rinci Ahmad Amir Aslichin.

Politisi FPKB di Komisi B DPRD Jatim mengaku FPK Kabupaten Sidoarjo terbentuk sejak 2012 memiliki peran untuk melakukan upaya pembauran dari berbagai kelompok etnis dari seluruh Indonesia yang menjadi warga Sidoarjo.

"Keanekaragaman sosial yang meliputi suku, ras, agama, harus dikelola dengan baik menjadi salah satu potensi dan modal sosial dalam melaksanakan pembangunan sosial di Kabupaten Sidoarjo," urainya.

 

Bupati Sidoarjo Ungkapkan Kebanggaan

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bakal mengatasi permasalahan sampah dengan mengubah menjadi energi listrik. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu, Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah merasa bangga dan bersyukur atas keberadaan mereka bertahun-tahun di Kota Delta Sidoarjo, bisa hidup berdampingan dengan rukun dan penuh kedamaian.

H. Saiful llah mengatakan, Bangsa Indonesia yang merupakan negara kepulauan mempunyai ciri khas masing-masing, mulai suku, ras dan budaya. "Meski beda tapi semuanya tetap dalam kesatuan Berbangsa dan Negara Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika," kata dia.

H. Saiful llah menambahkan, dengan memegang kuat falsafah Bhineka Tunggal Ika, meski sampai saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi cobaan berbagai konflik vertikal maupun horizontal, tapi tetap tidak sampai tergoyahkan.

Berbagai konflik yang timbul itu disebabkan banyak hal. Di antaranya, isu globalisasi, demokratisasi, transformasi Iptek, penegakan hukum sampai masalah HAM.

Tentu saja, berbagai macam jenis konflik itu harus segera diselesaikan secara arif dan bijaksana. "Kalau tidak, maka akan bisa berpotensi pada perpecahan bangsa dan negara," ujar dia.

Oleh karena itu, tegas Bupati Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo akan memantapkan posisi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Karena ada forum ini sangat mendukung sekali terciptanya stabilitas politik, keamanan serta ketenteraman dan ketertiban umum.

Bupati menyampaikan, kalau keberadaan FPK ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Pembauran di Daerah.

"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memantapkan posisi Forum Pembauran Kebangsaan untuk berkewajiban juga melindungi masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan di daerah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini