Jusuf Kalla Nilai Demokrasi Sedang Tidak Berjalan Baik, Kenapa?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai, demokrasi saat ini sedang tidak berjalan baik. Menurut dia hal itu disebabkan ongkos yang mahal untuk mencapai kekuasaan.

"Apa masalah demokrasi kita? Demokrasi kita terlalu mahal jadi tidak berjalan baik, untuk menjadi anggora DPR berapa? Bupati? Untuk jadi calon saja butuh biaya," kata pria yang karib disapa JK seperti dikutip Liputan6.com dalam acara mimbar demokrasi di kanal daring Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sabtu (13/2/2021).

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

JK meyakini, mahalnya ongkos politik seorang calon untuk mencapai puncak dinilai sebagai investasi yang harus dikembalikan. Maka, saat mereka sudah berkuasa, alih-alih menegakkan demokrasi, malah justru melakukan korupsi oleh mereka yang terpilih.

"Saat angka index demokrasi menurun maka angka korupsi naik dan sebaliknya," jelas JK saat membandingkan demokrasi dan tingkat korupsi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Demokrasi Harus Jadi Prioritas

JK pun mendorong, agar demokrasi tetap menjadi patokan. Karenanya, dia meminta kepada siapa pun untuk terus melakukan introspeksi, check and balance dengan bisa memberikan kritik.

"Maka tentu kita harus intropeksi, di sisi kita, demokrasi harus jadi prioritas. Menjaga kepentingan kita untuk check and balance, ada kritik dalam pelaksanaanya," dia menandasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: