Jusuf Kalla: Pemilu Kamboja Berlangsung Aman

Phom Phenh, Kamboja (Antara) - Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI) Jusuf Kalla mengatakan sejauh ini pelaksanaan pemilu di Kamboja telah berlangsung secara terbuka, aman dan damai.

"Sejauh ini apa yang kita lihat, pemilu berjalan dengan baik, teratur, terbuka dan aman, dengan cara yang terorganisasikan secara baik serta pelaksanaannya sangat simpel. Karena itu saya yakin pemilu akan berlangsung damai," kata Ketua CAPDI M Jusuf Kalla di Phnom Penh, Kamboja, Minggu.

Sebelumnya Jusuf Kalla telah melihat langsung tiga Tempat pemungutan Suara (TPS) yang berbeda dan berdialog dengan para pemilih maupun panitia pemilihan untuk mengetahui secara langsung pelaksanaannya.

Jusuf Kalla berada di Phnom Penh, Kamboja, atas undangan pemerintah Kamboja sebagai pemantau pemilihan umum di negara tersebut yang berlangsung Minggu (28/7). Jusuf Kalla diundang oleh pemerintah Kamboja dalam kapasitasnya sebagai Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI).

Pemilu yang dimulai pukul 07.00 waktu setempat terlihat tertib. Pada TPS-TPS terlihat antrian panjang para calon pemilih. Setiap TPS di Kamboja digunakan untuk 800 pemilih, karena itu antrian terlihat sampai panjang. Sementara lokasi TPS semuanya berada di tempat-tempat umum seperti sekolah dan halaman tempat ibadah.

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa pemilu dilakukan dengan cara mencontreng tanda gambar dan nama partainya saja, tidak ada nama calon legslatifnya. Penentuan calon legislatif menjadi kewenangan partai masing-masing.

"Di dunia ini hanya tinggal dua negara saja yang pemilunya dengan mencoblos, yakni; Indonesia dan Negeria, selebihnya dengan mencontreng," kata Jusuf Kalla.

Ketika ditanyakan adanya keluhan dari oposisi bahwa terdapat kecurangan dalam proses pendaftaran pemilih, Jusuf Kalla mengatakan kemungkinan akan hal itu bisa saja terjadi. Namun, tambahnya ketika ditanyakan alat buktinya ternyata sulit juga didapatkan.

JK juga menjelaskan bahwa pemilih terdaftar berdasarkan KTP karena itu persoalannya pada siapa yang bertangung jawab atas penerbitan KTP tersebut.

Keluhan pemilih


Sementara salah seorang pemilih, Oeun Sam Art mengeluhkan adanya indikasi kecurangan terutama dalam proses pendaftaran. Oeun melihat adanya beberapa orang yang bukan warga negara Kamboja namun bisa mendapatkan hak pilih. Selain itu tambahnya adanya beberapa nama ganda dan salah nama.

"Saya sendiri sudah empat kali ikut pemilu, namun sekarang ini nama saya salah semua penulisannya. bagaimana ini bisa terjadi ?," kata Oeun.

Oeun juga menjelaskan saat ini, khususnya para anak muda Kamboja memiliki harapan baru agar terjadi perubahan kepemimpinan. Karena itu tambahnya terlihat begitu antusiasnya anak muda untuk ikut memilih. Namun, Oeun mengaku memang akan sangat sulit terjadi perubahan kepemimpinana di Kamboja saat ini.

"Peluangnya yaa 50:50, kalau terjadi perubahan kepemimpinan (pemimpin baru) kami berharap Kamboja akan lebih baik, namun jika tetap (Hun Sen) yaa akan tetap seperti ini saja," kata Oeun.

Pemilu Kamboja kali ini diikuti oleh delapan partai politik yang akan memperebutkan 123 kursi di parlemen. Di antara partai itu terdapat dua partai utama, yakni Partai Rakyat Kamboja (CPP) dan Partai Penyelamatan Nasional (CNRP).

Partai Rakyat Kamboja (CPP) dipimpin oleh Perdana Menteri Hun Sen dan kubu oposisi (CNRP) di pimpin oleh Sam Rainsy. Sam Rainsy baru saja kembali ke Kamboja, setelah sebelumnya selama empat tahun tinggal di pengasingan, di Prancis untuk menghindari hukuman penjara 11 tahun atas tuduhan disinformasi dan perusakan properti publik.

Rainsy kembali ke Kamboja, setelah Raja Norodom Sihamoni memberikan pengampunan padanya atas permintaan Hun Sen. Namun meski sudah bisa pulang ke Kamboja, Rainsy tidak bisa maju sebagai calon.

Sementara enam partai lainnya adalah Partai Funcinpec royalis yang dipimpin oleh Putri Norodom, Arun Rasmey, kemudian Liga untuk Demokrasi, Partai Kebangsaan Kamboja, Partai Republik Demokrat, Partai Anti-Kemiskinan Khmer, dan Partai Pembangunan Ekonomi Khmer.

Pemilu Kamboja akan diikuti sekitar 9,6 juta pemilih akan memberikan suara mereka di 19 ribu TPS. Sekitar 40 ribu pengamat nasional dan 291 pema ntau internasional juga telah terdaftar ke komisi pemilihan umum Kamboja (NEC).(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.