Jusuf Kalla: PMI Fokus Tingkatkan Persediaan dan Kualitas Darah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan unit donor darah (UDD) PMI terus meningkatkan ketersediaan dan meningkatkan kualitas darah yang berkesinambungan.

"Sesuai dengan tema Rakernis tahun 2020 ini 'Darah yang Aman untuk Menyelamatkan Kehidupan' tentunya kita tidak hanya bertugas untuk menjaga ketersediaan darah saja, tetapi menjaga kualitasnya," kata Jusuf Kalla, dalam siaran tertulis PMI, Jakarta, Sabtu (19/12/2020).

Menurut dia, PMI senantiasa membantu pemerintah terutama Kementerian Kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan darah nasional yang aman, bermutu, berkualitas dan berkesinambungan.

Begitu juga dengan pemenuhan kebutuhan donor plasma konvalesen untuk terapi pasien Covid-19. Dia mengatakan, pemenuhan ketersediaan darah ini menjadi tanggung jawab semua.

Jusuf Kalla mengatakan, darah dan komponennya tidak ada pabriknya. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pengurus PMI dan UDD dari tingkat pusat, provinsi hingga kota/kabupaten bisa melibatkan masyarakat, TNI/Polri dan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga persediaan darah nasional.

PMI Harus Lakukan Inovasi

Sementara, Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk selalu menjaga ketersediaan darah di masing-masing UDD.

"Sudah menjadi kewajiban kita (PMI) untuk mencari berbagai solusi terkait persediaan darah, jangan sampai ada warga yang membutuhkan darah tetapi kesulitan mencarinya," ujar Sudirman Said.

Setiap UDD PMI di daerah baik tingkat provinsi, kota dan kabupaten harus bisa melakukan terobosan dan berinovasi dalam menyediakan darah. Juga harus mampu melakukan penggalangan dana CSR agar dapat membantu meningkatkan kinerja UDD PMI.

Dia juga mengatakan, ketersediaan darah merupakan hal yang sangat penting, setiap UDD harus mampu mencari solusi untuk memenuhi stok darah, mulai dari jemput bola, bekerjasama dengan instansi lainnya dan mengadakan event-event yang bisa menggugah masyarakat untuk menjadi pendonor.

Selain itu, Sudirman Said mengingatkan agar PMI di daerah mampu memantapkan Sistem Informasi Donor Darah (Simsdondar) dan menyosialisasikannya kepada masyarakat. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sehingga dapat mendukung pelaksanaan UDD dari recruitment donor hingga distribusi ke rumah sakit.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: