Jusuf Kalla Umrah di Masa Pandemi, Wajib Pakai Masker dan Jaga Jarak

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ketua Yayasan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam yang juga mantan Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin berkesempatan melaksanakan umrah di tengah lawatannya ke Mekah, Arab Saudi pada Minggu, 25 Oktober 2020.

JK dan Syafruddin berada di Mekah dalam rangka penandatanganan perjanjian pembangunan museum dan pameran tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW dan dunia Islam yang akan dibangun di Jakarta. Acara penandatanganan disaksikan Sekjen Liga Dunia Islam Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa dan mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla.

Baca: Museum Nabi Muhammad Terbesar di Dunia Akan Dibangun di Indonesia

Mantan Wapres Jusuf Kalla dan mantan Wakapolri Komjen Syafruddin umrah
Mantan Wapres Jusuf Kalla dan mantan Wakapolri Komjen Syafruddin umrah

Foto: Mantan Wapres Jusuf Kalla dan mantan Wakapolri Komjen Purn Syafruddin saat melaksanakan umrah di tengah pandemi. (Istimewa)

JK dan rombongan diperkenankan sekalian melaksanakan ibadah umrah pada Minggu, setelah mendapatkan persetujuan dari dewan kerajaan. Itu artinya, JK dan rombongan merupakan orang pertama di luar Arab Saudi yang dapat melaksanakan ibadah umrah di tengah pandemi.

Sekretaris Yayasan Museum Nabi, Anizar Masyhadi yang ikut dalam rombongan, mengatakan mekanisme pelaksanaan umrah di tengah pandemi ini sangat ketat. Seluruh delegasi wajib menyerahkan hasil tes swab, dan pelaksanaan tawaf dan sai wajib menggunakan masker, berbaris dan menjaga jarak.

Menurutnya, diizinkannya pelaksanaan umroh bagi Jusuf Kalla adalah sebagai bentuk penghormatan, dan hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dengan Saudi Arabia.

Setelah selesai melaksanakan umrah, JK dan rombongan akan bertolak ke Madinah Al-Munawwaroh pada Senin, 26 Oktober 2020, untuk ziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW.

Jusuf Kalla melaksanakan umrah di tengah pandemi
Jusuf Kalla melaksanakan umrah di tengah pandemi

Foto: Mantan Wapres Jusuf Kalla dan mantan Wakapolri Komjen Purn Syafruddin saat melaksanakan umrah di tengah pandemi. (Istimewa)

Seperti diketahui, pproyek pembangunan Museum Sejarah Rasulullah SAW akan dibangun di atas tanah dengan luas 100.000 meter persegi lebih yang berlokasi di Jakarta. Penandatanganan ini merupakan komitmen Indonesia atas proyek pusat sejarah Islam di negaranya.

Musem Nabi nantinya mencakup semua peristiwa penting kehidupan Nabi, yang disajikan dengan menggunakan teknologi terkini. Perjanjian dengan Liga Dunia Islam ini juga mencakup distribusi lebih dari 200 ensiklopedia dan buku tentang kehidupan Nabi yang disiapkan oleh Liga Dunia Islam.

Sebelum lawatannya ke Arab Saudi, JK melakukan pertemuan dengan Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus di Private Library Paus di Kawasan St. Peter Basilica Vatikan bersama 5 orang anggota Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity, pada 22 Oktober 2020 lalu. (ase)