Jusuf Kalla Usul Ahli Medis Penemu Obat Corona Diberi Penghargaan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Roma Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla mengusulkan para ahli medis yang berhasil menemukan obat Corona dan dapat menghentikan pandemi COVID-19 agar diberikan penghargaan.

Sebab sosok tersebut adalah orang yang berjasa dalam hal kemanusiaan dan berdampak internasional. Hal ini diutarakan JK, sapaan akrabnya, saat memberikan usulan kriteria kepada para Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity di Roma, Italia, Kamis (22/10/2020).

“Jadi, penerima penghargaan haruslah menunjukkan kesuksesannya dalam hal persaudaraan yang membawa berkah atau manfaat ke aspek kehidupan lainnya. Prestasinya itu harus berdampak internasional,” tegas Jusuf Kalla dalam pertemuan di Roma, Italia.

"Contoh, seorang ahli (medis) yang menemukan cara atau obat Corona menghentikan COVID-19. Ini yang menyelamatkan manusia termasuk orang yang berjasa dalam hal kemanusiaan dan berdampak internasional."

Sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Zayed Award for Human Fraternity merupakan anugerah persaudaraan kemanusiaan yang digagas pasca-pertemuan Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad Al Tayeb pada 4 Februari 2019.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Usulan JK Diterima Baik

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla usul para ahli medis yang berhasil menemukan obat Corona dan dapat menghentikan pandemi COVID-19 agar diberikan penghargaan saat pertemuan di Roma, Italia, Kamis (22/10/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)
Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla usul para ahli medis yang berhasil menemukan obat Corona dan dapat menghentikan pandemi COVID-19 agar diberikan penghargaan saat pertemuan di Roma, Italia, Kamis (22/10/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

Dalam pertemuan di Roma yang menggunakan bahasa Prancis, Arab, dan Inggris, usulan JK mengenail penghargaan untuk ahli medis penemu obat Corona diterima dengan baik oleh para juri.

Para juri juga diingatkan tidak boleh berbicara mengenai misinya sendiri dalam proses penyeleksian. Ini demi menjaga independensi tim juri.

“Biarlah komite penghargaan yang bicara. Juri itu ibarat hakim, tak boleh memberi komentar,” ujar JK yang juga menjadi salah satu juri Zayed Award.

Panel juri juga menyetujui bahwa dimensi hak asasi manusia harus menjadi dasar penilaian dan pengambilan keputusan tentang siapa pemenang penghargaan. Penghargaan Zayed Award akan diumumkan pada Februari 2021.

Hubungan Kuat antara Umat Manusia

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla usul para ahli medis yang berhasil menemukan obat Corona dan dapat menghentikan pandemi COVID-19 agar diberikan penghargaan saat pertemuan di Roma, Italia, Kamis (22/10/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)
Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla usul para ahli medis yang berhasil menemukan obat Corona dan dapat menghentikan pandemi COVID-19 agar diberikan penghargaan saat pertemuan di Roma, Italia, Kamis (22/10/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

Zayed Award for Human Fraternity yang dicetuskan dari hasil kesepakatan antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Dr Ahmed At-Tayyeb ditandai dengan penandatanganan dokumen bersejarah, Deklarasi Abu Dhabi pada 4 Februari 2019.

Deklarasi yang disebut "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan" berupaya mendorong hubungan yang lebih kuat antara umat manusia. Hal ini juga mempromosikan hidup berdampingan antara umat beragama untuk melawan ekstremisme dan dampak negatifnya.

Para dewan juri Zayed Award selain Jusuf Kalla meliputi Former President Central of Arfican Republic Catherine Samba Panza, Former United Nations Under Secretary General and Soecial Adviser of The Secretary General on The Prevention Genocide Adama Dieng.

Kemudian ada Supreme Tribunal of the Apolistic Signature Cardinal Dominique Mamberti, 27th Governor General, Commander in Chief of Canada Michaelle Jean. Dewan juri dipimipin Secretary General of the Higher Committe of Human Fraternity Mohamed Mahmoud Abdulsalam.

Infografis Virus Corona Berbahaya Vs DBD Mematikan.

Infografis Virus Corona Berbahaya Vs DBD Mematikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Virus Corona Berbahaya Vs DBD Mematikan. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: