Jutaan Penduduk Tinggal Di Daerah Rawan Bencana

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa jutaan penduduk Indonesia bertempat tinggal di daerah-daerah rawan tinggi dari bencana hidrometeorologi.

"Bencana hidrometerologi yaitu bencana yang terkait dengan cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung, gelombang pasang dan kekeringan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwonugroho di Jakarta, Rabu.

Sutopo menjelaskan, perubahan iklim global telah nyata berpengaruh pada berubahnya watak hujan dan cuaca.

"Hal tersebut mengakibatkan ancaman terhadap bencana hidrometerologi semakin Meningkat," katanya.

Kerentanan di masyarakat juga makin meningkat mengingat jutaan penduduk tinggal di daerah-daerah yang rawan bencana.

"Ada 124 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di daerah bahaya sedang hingga tinggi dari longsor dan ada 61 juta jiwa penduduk hidup di daerah bahaya sedang hingga tinggi dari banjir," katanya.

Bencana, kata dia, bukan hanya sebuah fenomena alam.

"Bencana tidak dapat direduksi ke sekadar soal alam itu sendiri, kesiapan teknologi, atau hal teknis lainnya. Bencana memiliki dampak sosial yang kompleks," katanya.

Ketika sebuah bencana terjadi, tambah dia, tatanan sosial yang normal terganggu.

"Untuk itu penanggulangan bencana hendaknya menjadi prioritas pembangunan di semua sektor," katanya.


(T.W004/B/N. Hayat/N. Hayat) 24-04-2013 21:45:25

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.