Juventus Melempem, Kulusevski Mengaku Sempat Frustrasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Klub raksasa Italia, Juventus musim ini gagal mencapai target musim ini. Bianconeri tak mampu mempertahankan gelar scudetto Serie A yang sudah mereka kuasai sejak sembilan musim terakhir.

Bahkan, tim asuhan Andrea Pirlo tampil kesulitan dan tampil inkonsisten sepanjang musim 2020/2021. Di Liga Champions musim ini, Juve juga terhenti di babak 16 besar setalah disingkirkan FC Porto.

Tak hanya itu, kebangkitan para rival Juventus seperti Inter Milan, AC Milan yang musim ini kembali mampu menembus papan atas Serie A membuat persaingan memperoleh gelar semakin kompetitif. Dan pada akhirnya, seperti diketahui, Inter racikan Antonio Conte yang mampu mengakhiri dominasi Juve dengan menyabet gelar liga pertama mereka sejak 2010.

Penyerang Juve, Dejan Kulusevski mengakui bila musim perdananya bersama Si Nyonya Tua agak sempat membuat dirinya frustrasi. Kendati begitu, dia pun menegaskan tetap bangga menjadi bagian dari Bianconeri musim ini.

Kulusevski sendiri baru didatangkan musim panas lalu dari Parma dan berhasil mencatatkan 7 gol dan 3 assist dari 47 laga di semua kompetisi selama membela berbalut kostum putih hitam kebesaran Juventus.

Curhat di Instagram

Striker Juventus, Dejan Kulusevski (kiri) melakukan selebrasi bersama Federico Chiesa usai mencetak gol pertama Juventus ke gawang Genoa dalam laga lanjutan Liga Italia 2020/2021 pekan ke-30 di Allianz Stadium, Turin, Minggu (11/4/2021). Juventus menang 3-1 atas Genoa. (AFP/Marco Bertorello)
Striker Juventus, Dejan Kulusevski (kiri) melakukan selebrasi bersama Federico Chiesa usai mencetak gol pertama Juventus ke gawang Genoa dalam laga lanjutan Liga Italia 2020/2021 pekan ke-30 di Allianz Stadium, Turin, Minggu (11/4/2021). Juventus menang 3-1 atas Genoa. (AFP/Marco Bertorello)

Pemain berusia 21 tahun itu membagikan pesan di Instagram untuk mengomentari musim pertamanya di Turin.

“Akhir musim yang panjang dan sulit. Itu membuat frustasi bagi kami dan penggemar kami. Kami tahu itu. Kami memiliki ekspektasi yang tinggi tetapi terkadang hal-hal berjalan sebaliknya, ”tulis pemain asal Swedia itu.

“Jika musim ini memiliki kutipan, saya akan mengatakan itu akan terjadi. Ukuran akhir dari seorang pria bukanlah di mana dia berdiri di saat-saat nyaman dan nyaman, tetapi di mana dia berdiri pada saat tantangan dan kontroversi," kata Kulusevski.

“Sangat mudah untuk tersenyum dan berusaha keras ketika semuanya berjalan sesuai keinginan Anda, tetapi bagaimana Anda bereaksi ketika semua aliran Anda hilang? Kami tidak pernah berhenti, kami melakukan kesalahan dan semua itu pasti, tetapi tidak pernah berhenti," ungkap eks pemain Parma itu.

Tetap Bangga

Meski tak mampu meraih target klub, Kulusevski tetap bangga dan puas dengan perjuangan karena rekan-rekannya untuk bisa memastikan diri ke Liga Champions musim depan akhir pekan lalu.

"Tidak pernah, tidak akan pernah. Itu sebabnya di akhir musim kami tetap bangga pada diri kami sendiri, kami berpelukan karena bersama-sama kami meraih hasil yang penting,"

“Bangga menjadi bagian dari klub yang luar biasa ini dan diberkati untuk terus mengejar kebesaran klub," pungkasnya.

Meski tak mampu mempertahankan gelar liga, Juventus setidaknya musim ini masih bisa meraih gelar Coppa Italia dan Piala Super Italia di musim pertama di arsiteki Andrea Pirlo.

Penulis: Akbar Bintang Fahrizal

Saksikan juga video menarik di bawah ini