KA legendaris Ranah Minang kembali jajal rel Sawahlunto-Muaro Kalaban

Kereta Api legendaris dari Ranah Minang yang biasa disebut Mak Itam (Lokomotif Uap E1060) ditargetkan bisa kembali beroperasi menjajal rel dari Sawahlunto menuju Muaro Kalaban dalam waktu enam bulan ke depan atau Januari 2023.

"Kita perbaiki sarana dan prasarananya agar Mak Itam bisa kembali melayani masyarakat dalam rangka menunjang pariwisata di Sumbar," kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo di Sawahlunto, Jumat.

Ia mengatakan perbaikan sarana dan prasarana sekaligus pengoperasian KA itu dilakukan atas aspirasi masyarakat Sumbar yang dibawa oleh sejumlah kepala daerah.

"Menteri BUMN Erick Thohir merespon positif. Langsung memanggil saya untuk mengupayakan hal itu. Maka dengan kolaborasi empat BUMN bisa terealisasi," ujarnya.

Baca juga: Mak Itam, sang pembelah Lembah Anai

Baca juga: Sumbar jangan kehilangan momentum Ombilin jadi Warisan Budaya Dunia

Empat BUMN yang berkolaborasi untuk perbaikan sarana dan prasarana dan pengoperasian Mak Itam itu diantaranya PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Bio Farma (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

"Perbaikan sarana sudah kita mulai sebulan lalu dan perbaikan prasarana kita mulai hari ini. Ditargetkan dalam waktu enam bulan akan selesai," ujarnya.

Pekerjaan perbaikan jalur sepanjang 4 km dan perbaikan Lokomotif Uap E1060, atau yang biasa disebut dengan Mak Itam, ditargetkan memakan waktu selama 6 bulan. Diharapkan operasional KA lintas Sawahlunto-Muaro Kalaban dapat dilakukan pada Januari 2023.

Kegiatan kick off tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang SDM & TI Kementerian BUMN Tedi Bharata, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Operasi SIG Yosviandri, VP Pemasaran Domestik Bio Farma Fitri Puspa Dwi, VP External Communication Pupuk Indonesia Gilang, Kadishub Sumatera Barat Heri Noviardi, dan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Ambun Kadri, beserta tamu undangan lainnya.

Pengoperasian kembali jalur ini bertujuan untuk mendorong perekonomian di Sumatera Barat melalui wisata perkeretaapian khususnya di kawasan yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia Baru UNESCO yaitu Situs Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

Deputi Bidang SDM & TI Kementerian BUMN, Tedi Bharata mengatakan bahwa berbagai harapan dan aspirasi masyarakat Sumatera Barat sudah ditangkap oleh Pak Menteri BUMN, Erick Thohir. Ini merupakan langkah nyata dari Kementerian BUMN bersama-sama dengan BUMN untuk mendorong peningkatan Perekonomian, khususnya dalam bidang Pariwisata yang ada di Sumatera Barat.

”Kolaborasi antar BUMN, Pemda Setempat, TNI, Polri dan para stakeholder lainnya sangat penting untuk kesuksesan Program ini. Kami dari Kementerian BUMN berharap agar semua pihak dapat saling berkolaborasi sehingga Program ini dapat segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Sawahlunto” ujar Tedi Bharata

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, pembangunan Sumatera Barat itu perlu dilakukan secara bersama-sama dan harus saling berkolaborasi. Diharapkan agar pemerintah daerah bisa memanfaatkan berbagai potensi yang ada di Sumatera Barat ini.

”Membangun Sumatera Barat tidak bisa dilakukan sendiri, harus dilakukan secara bersama-sama. Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN dan seluruh BUMN yang terlibat dalam merealisasikan pengoperasian kembali KA Mak Itam ini,” ujar Andre.

Perbaikan prasarana berupa perbaikan jalan rel, 2 buah jembatan, terowongan, persinyalan, bangunan stasiun, dan dipo. Perlu dilakukan penggantian rel, bantalan, penambahan balas, agar perjalanan KA dapat melintas dengan aman.

Untuk jembatan akan dilakukan pengecatan dan penyanggaan agar lebih kokoh dan laik untuk dilewati kereta api. Adapun untuk pekerjaan terowongan, KAI melakukan grouting atau penguatan dinding terowongan.

Lokomotif Uap E1060 atau Mak Itam, akan diperbaiki sehingga tekanan uap lokomotif tersebut berada pada 8-11 atm dan mengoptimalkan fungsi pengereman untuk memenuhi standar keselamatan operasional lokomotif uap.

Dengan tekanan uap yang cukup, Mak Itam dapat menarik 2-3 kereta pada kelandaian 17 permil di lintas Sawahlunto - Muaro Kalaban.*

Baca juga: Mak Itam sudah laik jalan

Baca juga: Mengincar wisatawan milenial dengan warisan dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel