Kabag Ops dan Kasat Intel Polres Jakpus Dipukuli Simpatisan Rizieq Shihab

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kericuhan pecah saat kepolisian membubarkan simpatisan eks Pemimpin FPI, Rizieq Shihab ketika hendak menonton persidangan dengan agenda putusan banding terkait kasus swab RS Ummi di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Senin (30/8/2021). Empat polisi dilaporkan terluka.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan, dua anggota yang terluka adalah Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Guntur Muhammad Thariq, Kasat Intel, serta dua personel dari Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya.

"Anggota yang terluka itu ada empat, dua Sabhara, dua lagi Kasat Intel dan Kabagops. Mereka dikeroyok. Tidak ada ada luka terbuka ya, sempat dipukulin saja," ujar Hengki.

Bahkan kejadian itu sempat membuat Kabag Ops Polres Metro Jakpus pingsan. Namun, tak lama setelah itu ia siuman.

"Kabag Ops pingsan lama, dia sempat jatuh atau hilang ke sadaran, kemudian sudah siuman lagi," katanya.

Bentrok Polisi dengan Massa Simpatisan Rizieq Shihab

Polisi menghalau simpatisan Rizieq Shihab yang melempari batu di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta. (Merdeka.com/Bachtiarudin Alam)
Polisi menghalau simpatisan Rizieq Shihab yang melempari batu di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta. (Merdeka.com/Bachtiarudin Alam)

Sebelumnya, kedatangan simpatisan Rizieq Shihab ke PT DKI Jakarta dihalau oleh pihak kepolisian. Kericuhan pun pecah. Salah satunya terpantau di sekitar Jalan Letjend Suprapto, Kemayoran, Kota Jakarta Pusat.

Polisi menembakkan gas air mata ke arah kerumunan simpatisan Rizieq Shihab.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto menerangkan, upaya pengadangan itu mendapat perlawanan dari simpatisan Rizieq Shihab.

"Tadi mereka menutup jalan, kita imbau mereka untuk bubar untuk bubar eh malah dilempar batu," ujar dia. simpatisan Rizieq Shihab yang bertahan di sekitar Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel