Kabaharkam Tinjau Langsung Babak Akhir Lomba Kampung Sehat NTB

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru (NTB) akan berakhir besok. Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mewakili Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, meninjau penilaian akhir desa yang akan dinobatkan sebagai juara lomba serta mengunjungi sirkuit di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng).

Salah satu desa yang masuk nominasi juara Lomba Kampung Sehat NTB adalah Desa Kembang Kuning yang terletak di Lombok Timur (Lotim). Kabaharkam berkunjung ke desa tersebut didampingi Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal.

"Besok adalah babak akhir Lomba Kampung Sehat NTB, di mana Bapak Kabaharkam mewakili Bapak Kapolri untuk menyaksikan babak akhir lomba ini. Sebagaimana diketahui cikal bakal dari Lomba Kampung Sehat NTB adalah program khusus Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI dalam rangka penanganan COVID-19 di bidang kesehatan, keamanan dan ekonomi, yaitu Kampung Tangguh Nusantara," kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 November 2020.

Artanto menerangkan filosofi dari nama kampung sehat sendiri adalah kampung Steril, Ekonomi produktif, Harmonis, Asri dan Tangguh. Lomba ini berlangsung sejak 19 Juni lalu dan diikuti oleh 7.024 desa.

"Baik unsur TNI maupun Polri menggenjot kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, mandiri secara ekonomi dan peduli satu sama lain di tengah situasi pandemi. Salah satu upaya dan strategi kami adalah lewat lomba ini. Setelah berjalan selama 5 bulan kurang, lomba yang pelaksanaannya bukan hanya melibatkan masyarakat, tapi juga unsur pemerintah daerah, TNI-Polri setempat memberikan dampak positif yang signifikan," kata Artanto.

Artanto juga menyampaikan Lomba Kampung Sehat NTB terbukti menjadi momentum bagi semua unsur di NTB membuktikan kekompakan, kebersamaan dan kemampuan yang dimiliki lingkungan tempat tinggalnya masing-maisng.

Segenap unsur baik dari pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, tokoh masyarakat, komunitas-komunitas di tiap wilayah bersama-sama menunjukkan apa yang mereka bisa perbuat, menjadi tetap produktif, membantu sekeliling yang terdampak COVID-19 baik dengan kegiatan sosial seperti menyediakan rumah untuk isolasi mandiri, untuk warga yang baru pulang dari luar NTB, maupun industri rumahan seperti memproduksi madu, tanaman hidroponik, kerajinan anyaman dan sebagainya.

“Gairah untuk tetap sehat dan tetap produktif sungguh terpampang pada lomba ini." ujar Artanto.

Artanto menambahkan, desa-desa yang masuk nominasi juara terbukti mampu menekan penularan virus COVID-19 hingga nol kasus di wilayahnya dan nol kasus kriminalitas. Keenam desa yang lolos ke babak final adalah Desa Kembang Kuning (Lombok Timur), Desa Perenek (Sumbawa), Desa Mura (Sumbawa Barat), Kelurahan Dasan Cermen (Mataram), Desa Genggelang (Lombok Barat) dan Desa Pesanggrahan (Lombok Timur).

Baca juga: DKI Perpanjang PSBB Transisi karena COVID-19 Masih Mengancam