Kabar Baik, 11 Kecamatan di Depok Bebas dari Zona Merah COVID-19

Bayu Nugraha, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sembilan dari 11 kecamatan di Kota Depok, Jawa Barat, kini berada level zona oranye atau berstatus risiko sedang penyebaran COVID-19. Sedangkan dua wilayah lainnya berada di zona kuning atau berisiko rendah.

Kabar gembira tersebut didapat berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok selama sepekan terakhir.

“Distribusi zonasi kecamatan ada sembilan kecamatan risiko sedang dan dua kecamatan dalam risiko rendah atau zona kuning,” kata Juru Bicara GTPPC Kota Depok, Dadang Wihana pada Selasa, 3 November 2020.

Sedangkan jika dilihat dari data kelurahan, ada delapan wilayah yang masuk dalam zona risiko tinggi atau zona merah. Kemudian 50 kelurahan masuk dalam risiko sedang atau zona oranye, dan lima kelurahan risiko rendah atau zona kuning.

“Berdasarkan perhitungan 14 indikator Kesmas dari data yang diolah dari Picodep, untuk zona risiko kecamatan saat ini terdapat dua kecamatan yang masuk zona kuning yaitu Cinere dan Cimanggis, di mana sebelumnya hanya satu kecamatan yaitu Cinere. Kecamatan lainnya zona oranye,” jelasnya.

Adapun lima kelurahan yang berada pada level zona kuning yaitu Pangkalanjati, Pondok Cina, Pasir Gunung Selatan, Mekarsari dan Cilodong. Kemudian untuk kelurahan zona merah berjumlah delapan yakni, Kelurahan Kedaung, Cinangka, Duren Mekar Pengasinan, Tanah Baru, Beji, Kemiri Muka dan Sukamaju Baru.

“Untuk kecamatan dan kelurahan yang zona kuning dan oranye agar terus melakukan peningkatan upaya pencegahan dan penanganan, sehingga zona risiko wilayah bisa terus ditingkatkan,” ucap Dadang.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, untuk wilayah yang termasuk zona merah agar ekstra waspada dan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan melalui optimalisasi RW PSKS.

Dadang menegaskan, kondisi ini bersifat fluktuatif jika pergerakan orang masih tinggi dan protokol kesehatan kurang diperhatikan. Untuk itu, ia pun mengimbau agar rambu-rambu yang sudah digariskan pemerintah dan satgas penanganan COVID-19 dapat dilaksanakan dengan pendekatan keluarga dan komunitas.

“Penerapan 4M mungkin kita sudah jenuh, akan tetapi itulah vaksin kita yang paling ampuh saat ini,” katanya. (ase)

Baca juga: Lima Daerah di Jabar Terbaik Tangani COVID-19, Depok Tak Masuk