Kabar Baik Jelang Liga 1 2021, Sinyal Kuat Kompetisi Bukan Prank Lagi

·Bacaan 2 menit

VIVALiga 1 2021/2022 rencananya akan bergulir pada 27 Agustus 2021. Jadwal ini sebenarnya mundur sepekan dari yang sebelumnya ditentukan PSSI yakni 20 Agustus 2021.

Pada awalnya klub perserta Liga 1, pemain, serta pelatih menanggapi hal ini dengan berhati-hati. Ada ketakutan mereka bakal kena prank lagi, karena biasanya jadwal sering berubah-ubah. Hal itu terjadi sejak musim 2020.

Namun perlahan, PSSI dan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjawab keraguan itu. Kemudian, Polri juga sudah mengeluarkan izin, meski pertandingan digelar tanpa penonton.

Setelah itu, Liga 1 juga sudah mendapatkan sponsopr utama dan pemegang hak siar. Aroma-aromanya, Liga 1 2021 memang sudah siap untuk digulirkan.

Kini, menjelang waktu kick off, datang lagi kabar baik dan menjadi sinyal kuat bagi klub-klub tidak akan kena prank lagi.

Pasalnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 sudah memberikan izin untuk sepakbola Indonesia bisa kembali digulirkan bulan ini.

"Satgas penanganan COVID-19 menyambut baik langkah saudara dengan melakukan pemberitahuan dan penerapan protokol kesehatan pada kegiatan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yang akan diselenggarakan mulai 27 Agustus 2021 sampai dengan 30 April 2022," tulis surat rekomendasi BNPB, yang diberikan kepada PSSI.

"Pelaksanaan kegiatan berlangsung tanpa penonton di ruangan stadion, atau tempat kegiatan, dan dapat disiarkan atau disebarluaskan secara daring," sambung BNPB dalam surat yang ditandatangani oleh Letjen TNI Ganip Warsito tersebut.

Dengan keluarnya izin pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, sejumlah klub kini sudah merasa lega. Salah satunya adalah Arema FC yang sekaligus menegaskan mereka siap mengikuti segala aturan protokol kesehatan dari pemerintah.

"Kami menyambut baik rekomendasi BNPB yang keluar dan kami sudah beberapa kali melakukan beberapa kali simulasi seperti yang direkomendasikan BNPB," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

"Tentunya rekomendasi BNPB ini akan segera kami laksanakan, baik mematuhi protokol kesehatan, vaksinasi total tidak hanya sekedar pemain, tetapi seluruh ofisial," sambunnya.

Sementara itu, Borneo FC menilai izin dari BNPB membuat mental pemain naik. Sebelum izin ini, para pemain seperti tertekan dan tak fokus karena berlatih di tengah ketidakpastian.

“Kami sudah melakukan persiapan cukup lama. Tapi kompetisi tak kunjung dimulai. Hal itu jelas menganggu mental pemain," kata Ahmad Amirudin, asisten pelatih Borneo FC.

"Namun sekarang kepastian sudah 80 persen dan saya yakin pemain sangat bersemangat menyambutnya," sambungnya.

Meski Liga 1 2021 bergulir sesuai rencana, namun saat ini PSSI belum bisa mengumumkan di mana lokasi pertandingan pembuka. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sebelumnya mengatakan semua itu tergantung perkembangan COVID-19.

Pasalnya, pertandingan bisa digelar di zona hijau. Sehingga, nantinya lokasi pertandingan bersifat dinamis.

"Tempatnya di mana akan ditentukan kemudian. Artinya dinamis tidak statis. Semua ini karena melihat situasi zona hijau karena kami melihat itu dari pihak kementerian dan kepolisian," tutur mantan Kapolda Metro Jaya.

"Seri I akan bervariasi, berubah-ubah. Berdasarkan catatan kami, kasus di Jawa-Bali itu menurun. Jadi, memungkinan pertandingan di Pulau Jawa dan alternatifnya di Bali," ucap dia.



Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel