Kabar Baik, Rusia-Ukraina Sepakat Buka Keran Ekspor Gandum Hingga Minyak Sayur

Merdeka.com - Merdeka.com - Rusia dan Ukraina sepakat memulai kembali ekspor biji-bijian penting dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina. Ini menjadi terobosan diplomatik besar yang bertujuan untuk meredakan krisis pangan global yang dipicu oleh perang.

Para menteri dari kedua negara menandatangani perjanjian pembukaan ekspor gandum yang ditengahi oleh PBB dan Turki di Istanbul. Terobosan itu menyusul negosiasi selama berbulan-bulan, dan berjanji untuk membuka blokir pelabuhan di Laut Hitam untuk memungkinkan lewatnya biji-bijian dan minyak sayur dengan aman, yang merupakan beberapa ekspor terpenting Ukraina.

Rusia sejauh ini memblokir akses maritim ke pelabuhan-pelabuhan itu, yang berarti jutaan ton gandum Ukraina belum diekspor ke banyak negara yang bergantung padanya.

"Hari ini, ada suar di Laut Hitam. Suar harapan - suar kemungkinan - suar bantuan - di dunia yang membutuhkannya lebih dari sebelumnya. Mempromosikan kesejahteraan umat manusia telah menjadi kekuatan pendorong pembicaraan ini," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

"Pertanyaannya bukanlah apa yang baik untuk satu sisi atau yang lain. Fokusnya adalah pada apa yang paling penting bagi orang-orang di dunia kita. Dan jangan ada keraguan, ini adalah kesepakatan bagi dunia," tambah dia.

Guterres mengatakan kesepakatan itu akan membawa kelegaan bagi negara-negara berkembang dan membantu menstabilkan harga pangan global, yang sudah mencapai rekor bahkan sebelum perang, mimpi buruk sejati bagi negara-negara berkembang.

Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan bahwa 47 juta orang telah memasuki tahap kelaparan akut sebagai akibat dari perang Ukraina, dan para pejabat Barat menuduh Rusia menggunakan makanan sebagai senjata selama invasinya.

Kesepakatan itu juga akan memungkinkan akses tanpa hambatan pupuk Rusia ke pasar global. Rusia adalah produsen utama pupuk, yang sangat penting untuk memaksimalkan produksi pangan, dan biaya produk telah meningkat sejak invasi.

"Jutaan orang akan dibebaskan dari bahaya kelaparan ini sebagai hasil dari kesepakatan itu. Dalam beberapa hari mendatang kita akan melihat awal lalu lintas kapal dan banyak negara akan menghirup udara segar," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Reporter: Natasha Kharunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel